dua lima jigo

Ini sudah lewat setengah jam lebih. Mungkin kata “sudah lewat” lebih cocok diganti dengan kata “baru saja”. Ya, aku rasa lebih baik begitu meski terdengar seperti menghibur diri sendiri.  Tapi memang terasa lebih dramatis jika aku mempermasalahkan waktu yang sebenarnya bukan aku yang memiliki. Lagi pula, hari ini masih tersisa 23 jam lagi.

Tak ada mimpi yang berubah hanya karena keterlambatan yang sepele dan masih manusiawi. Bukan sebuah kesalahan yang fatal karena hubungan yang kami jalani adalah belajar. Belajar untuk saling toleransi, belajar untuk saling memahami, saling mengerti, memberikan rasa nyaman.

Tulisan ini dibuat bukan dengan alasan agar diri ini tegar di luar sementara rapuh di dalam. Mereka, dia, dan Nya paling mengerti bahwa aku bukan orang yang senang berpura-pura. Langkah kaki ini terkadang gontai, tapi tak menyurutkan hati untuk terus melangkah maju.

Di antara kebimbangan dan kecemasan hati, aku masih menyimpan harapan dan mimpi. Mimpi yang harus aku wujudkan sebab telah menjadi kewajibanku.

Mimpi membuat mama-papa bangga dan bahagia memiliki anak yang sederhana namun gigih dan berkemauan keras. Mereka memberi namaku DIDA bukan tanpa alasan. Dida artinya berkemauan keras, harapan mereka adalah kewajibanku untuk mewujudkannya. Untuk itu, sampai saat ini aku masih terus bergulat tak kenal lelah mengejar gelar kesarjaan. Jalan yang aku lalui bukan jalan yang mulus. Dan rasa-rasanya, semua calon sarjana akan mengalami masa sulit seperti yang aku alami. Masih banyak mimpi yang kuukir untuk kuhadiahkan kehadapan papa-mama, dia (aji.red), dan mereka.

Oke, sampai saat ini, aku masih bisa menahan tangis. Kadang tangis itu perlu agar dada ini terasa lebih lega.

Dan kini, 01.00 WIB. Sejam sudah aku berada di tanggal 25 Agustus 2009. Tepat di hari ulang tahun ku yang indah ini. Menunggu dia bangun [pasti bangun, soalnya kan saur] dengan menulis blog adalah pilihan kegiatan yang membosankan.

Jika aku belum tidur hingga saat ini, artinya, aku belum tidur sejak sahur di tanggal 24 Agustus hingga dia bangun.

Keringat sudah mulai mengucur, saatnya menyudahi tulisan ini. Memilih kata, menyusun, dan menyajikan menjadi tulisan cukup menguras tenaga.

HAPPY BDAY TO ME.. ^^

Lebih baik jadi kepala semut, ketimbang jadi buntut gajah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s