dengan kekuatan bulan akan menghukummu

Oke. I’m dying!! Somebody, please help me. Nih, piso, tusuk aja. Bunuh! Beberapa minggu kemarin gue menyerahkan diri pada sebuah kondisi dimana seharusnya gue lebih baik di rumah seharian suntuk atau ngikutin acara kumpul ama anak-anak CLASSIC. Tapi gue memilih ikut ke acara yang pada akhirnya membuat gue seperti “JLEB”. Yup! Acara dimana gue diajak untuk gabung bersama teman-teman dari wanita yang pernah ada affair ama pacar.

Gue cuma  bisa narik nafas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya dengan kencang. Berharap semua beban akan ikut keluar bersama nafas yang terbuang sia-sia. Awalnya mudah, tapi lama-lama. ENOUGH. Gue kuat, tapi tidak untuk hari itu. Lima lawan satu. Dengan pertahanan seadanya dan tenaga sekuatnya, gue cuma bisa diem dan aura gue jadi gelap [tadinya cuma abu-abu].

Gue diserang dari segala arah dengan beragam jenis. Pertamanya sih gue tanggepin becanda dan gue cuma cengengesan khas gue, tapi lama-lama ga bisa juga. Gue kira it’s time for fun, ga taunya it’s time to make a curse for me [haha, grammar yang acakadul]. Gue cuma bisa pura-pura beser alias ga jelas bolak-balik ke kamar mandi. Keluar dari suasana yang ga ngenakin. BERHASIL. Berhasil ngancurin mood dan pengen pulang saat itu juga.

Kalau ga mikir ini adalah konsekuesni, gue bakal bener-bener pulang. Tapi secara sadar, gue mikir ini bagian dari hukuman. Nikmatin aja dengan pura-pura baik-baik aja. Senyam-senyum dan tetep nyengir kuda.

Malam ini juga, kejadian setahun kemarin mendadak muncul karena sesuatu hal. Ini bukan masalah yang seharusnya jadi pembahasan, bukan cuma karena emang ga penting, tapi ada masalah yang masih fresh yang bikin masalah setahun lalu menjadi bahan yang ga perlu diperbincangkan. Gue coba buat melihat ke dalam diri, apa pantes gue melakukan protes dan nanya-nanya, sementara kesalahan yang telah gue perbuat aja masih membekas. Jawabannya : gue musti ngalah. gue musti nerima. gue musti lebih ekstra sabar.

Bukan saatnya lagi gue bahas masalah setahun kemarin. Itu jelas salah gue. Salah gue yang selalu sibuk sama magang jadi wartawan ampe ga punya waktu buat “berbagi”. Dan gue pula yang salah dengan apa yang udah gue perbuat. Tapi, CUKUP. Berhenti menyalahkan diri sendiri, karena bukan itu yang gue butuhkan. Intropeksi. Kemudian berubah dan melakukan hal yang positif. Lebih baik begitu.

Tidak enak menjadi seorang pembohong, hadirin. Sungguh. Gue udah memutuskan untuk tidak memulai sebuah kebohongan sejak tragedi itu. Cukup. Dan pada malam ini, saya mempelajari sebuah rasa yang sudah akrab dengan saya, dibohongi. Biasa saja. Sudah akrab. Entah apa akan gue sebut ini sebuah kebohongan sangat kecil dan tidak penting atau gue akan sebut sebuah lebayisme [paham lebay] yang muncul saat gue lagi datang bulan. Sebenernya bukan bohong, cuma sedikit komunikasi dua orang yang kurang smooth akibat hujan dan udara dingin [ga nyambung].

Setahun kemarin aja masih membekas, gimana yang baru sebulan kemarin. Pemakluman akan menjadi alasan kuat kenapa gue musti lagi-lagi diem aja. Gue cuma bisa pasrah apabila orang yang sama akan membuat setahun kemarin kembali terulang. Minta maaf dan memaafkan bukan kategori hal bodoh yang akan gue lakukan jika memang harus ada pengulangan dari setahun kemarin. Ini urusan hati [ciaaaileeeh].

Berjaga dan tetap waspada. Kepada orang yang sama. Kepada penyusup. Kepada diri sendiri. Kepada musuh dalam selimut. Kepada banyak hal. Gue, akan tetap memagari diri dengan “karbitan kedewasaan buatan”. Sebuah pemikiran dewasa yang sangat amatir dan dipaksa berpikir secara dewasa karena himpitan waktu dan terbentur kebutuhan. Kalo ga begini, rasa-rasanya gue ga akan belajar menyikapi masalah dengan kedewasaan.

Lupakan dulu deh masalah setahun kemarin. Hidup memang buat esok, tapi kemarin bisa jadi bahan buat revisi langkah ke depan supaya ga terjerumus lagi.

Gue ikhlas. Langkah baru telah diputuskan. Gue udah menjadi dewasa buatan yang baru aja dikarbit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s