wanita terhebat

Di sela aksi kejar-kejaran dengan Sang skripsweat yang membuat hari ini lebih berkeringat, gue menyempatkan diri sekedar buat ngucapin rasa syukur gue lewat tulisan. Bismillah.

Dida sangat bersyukur masih diberi nikmat untuk merasakan dekapan mama dimalam hari yang membuat dida tertidur nyenyak, diberi kesempatan untuk merasakan kehangatan tangan mama, diberi anugerah untuk memeluk mama setiap hari yang membuat dida lebih kuat, diberi mama yang sangat HEBAT.

Secara sadar, dida banyak nyakitin mama. Bahkan kali ini dida meredupkan mimpi mama. Padahal dida yang bergaung paling kenceng buat mewujudkannya. Maaf Ma, dida belum bisa memberikan gelar kesarjanaan dida buat mama. Maaf Ma, kita harus mengundur rencana memperispakan kebaya bareng-bareng. Maaf mama belum bisa melihat dida menggunakan toga. Paling tidak, mimpi jangka pendek ini yang sedang dida kejar.

Banyak kebahagiaan yang mama kasih buat dida, tapi belum satupun yang bisa dida bales. Dida harap mama mau bersabar dan menunggu. Tetap disamping dida dan menuntun dida ya Ma. Dida berasal dari rahim mama. Dida bagian dari mama. Kebahagiaan dida bukan cuma milik dida, tapi juga kepunyaan mama.

Tembok-tembok putih menyaksikan banyak peristiwa. Saat mama bahagia menerima dengan ikhlas kehadiran dida ditengah kehidupan papa dan mama. Saat mama berjuang membesarkan dida. Bahkan saat mama menyimpan marah akibat tingkah dida. Menelan sendiri kekecewaan.

Tidak ada di dunia ini anak yang tidak merasa mamanya yang paling hebat. Begitu juga dengan dida. Mama adalah wanita terhebat bagi dida. Secercah cahaya diantara kegelapan. Setitik embun ditengah gersang. Ketenangan disela hituk-pikuk. Mama selalu menjadi penyemangat dida. Selalu menyemangati dida. Dan selalu.

Semoga Tuhan memberi dida kesempatan dan waktu buat melihat mama bahagia. Semoga kehadiran dida bisa memulihkan keletihan mama. Semoga dida bisa menggantikan airmata mama yang terbuang buat dida menjadi lengkungan senyum mama, menjadi kebahagiaan, dan menjadi kebanggaan mama.

Dida, Papa, dan adik-adik selalu menantikan tawa mama di rumah ini.

Jangan pernah berhenti berpijar Mamaku. Jika itu terjadi, izinkan kami yang menyalakannya. Izinkan kami yang menerangi mama.

Tulisan disela kejar-kejaran ini tak seindah kasih sayang mama. Terima kasih yang tiada tara buat mama. Selalu sayang mama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s