Pintar menggunakan ‘telepon genggam pintar’

Selama baru punya smartphone yang sekarang lagi nge-trend, saya suka dapet broadcast message yang saya rasa orang yang mengirimkannya pun sebenernya males buat membaca, mendalami, menghayati, mengkaji (stop! mulai lebay ekspresif) terlebih dahulu. Yang saya lakukan pertama kali adalah melihat kalimat terakhir dalam pesan yang dikirimkan si pengirim kepada beberapa orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan atau yang saya sebut broadcast message tadi atau pesan berantai. Jika pada kalimat terakhir bertuliskan “kirimkan ke semua temanmu blablablabl” atau ancaman yang bertuliskan “jika tidak meneruskan pesan ini maka akan blablablabla”. Saya tidak pernah meneruskan pesan kepada teman saya yang lain jika kalimat terakhirnya bertulisakan seperti yang sudah saya katakan. Saya lebih sering mengabaikan (hampir) semua pesan berantai yang saya terima. Saya hanya membaca pesan berantai yang berisi informasi yang saya anggap penting. Selebihnya, saya akan membiarkannya menjadi penghias di bagian “chat”.

Kenapa? Ada beberapa alasan pribadi saya yang menjelaskan mengapa saya hampir tidak pernah meneruskan pesan berantai. Hampir ya. Bukan berarti saya tidak pernah mengirimkan pesan berantai. Hehe. *takut diamuk warga*

1. Pesan berantai yang diakhiri dengan kalimat “teruskan pesan ini kepada teman anda maka anda akan mendapat rejeki. Saya sudah mencobanya” atau ancaman “jika tidak mengirimkannya, maka semua kontak di handphone anda akan hilang” maupun “jika tidak mengirimkannya, anda akan mendapat musibah”. Saya tidak pernah meneruskan pesan yang menggunakan kalimat penutup yang se-tipe dengan contoh kalimat penutup itu. Sebab, menurut saya sangat tidak masuk akal kontak dalam handphone saya bisa hilang hanya karena saya tidak mengirimkan pesan berantai. Adakah korelasi antara pesan berantai dengan kontak handphone saya yang sebenarnya adalah wewenang diri saya sendiri. Pesan yang menganjurkan meneruskan pesan untuk menghindari musibah atau untuk mendapatkan rejeki semacam ini juga sudah lama ada sejak zaman belum secanggih sekarang. Pesan tersebut terkirim lewat SMS. Dan saya benar-benar tidak pernah mem-foward SMS seperti itu. Karena saya percaya bahwa rejeki bukan dari saya teruskan atau tidak pesan berantai tersebut. Ini pendapat saya. Jika ada yang memiliki pendapat berbeda, silakan di share.

2. Pesan berantai yang berisi “jaringan sedang sibuk. kirim pesan ini kepada teman anda yang lain untuk membantu RIM membenahi sistemnya”. Aduh! Pesan seperti ini seharusnya dapat dicermati. Jika memang sistem yang sedang sibuk, maka tidak akan berpengaruh antara banyaknya pesan berantai yang kita kirimkan dengan server pusat yang sedang dibenahi.

3. Pesan berantai yang sifatnya provokasi. Tadi pagi saya baru saja menerima sebuah pesan berantai yang berisi anjuran untuk mengirimkannya sebagai bentuk dukungan agar suatu negara mengalami krisis karena telah menghina salah satu agama (mungkin kalian sesama pengguna handphone yang saya maksud mendapatkan pesan serupa). Apakah sang pengirim tidak berpikir terlebih dahulu bahwa di negara tersebut juga ada saudara-saudara kita (bahkan mereka yang kita anggap berbeda juga merupakan saudara kita) yang memiliki kemungkinan untuk mengalami ‘kutukan’ yang kita inginkan? Bukan kah sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W tidak pernah mendendam? Bahkan Beliau mendoakan orang-orang yang telah berbuat dzalim pada dirinya. Sosok seperti apa yang kita teladani sebenarnya?

4. Ada lagi pesan berantai yang terjadi ketika jaringan benar-benar mengalami gangguan. Saat itu display picture tidak dapat diganti sampai beberapa hari. Hampir semua orang sibuk karena display picture tidak dapat diganti. Sampai akhirnya muncul pesan berantai yang menganjurkan mengirim pesan tersebut agar display picture dapat berubah. Lucunya, salah satu teman saya mengirimkan pesan ini kepada saya. Kemudian tak berapa lama, dia mengirimkan pesan lagi yang berisi “Jika Anda mendapat broadcast message yang meminta Anda untuk mengirimkannya kepada orang lain agar display pictute dapat berubah, itu hanya HOAX. RIM benar-benar sedang sibuk.” Ketika saya beri komentar: “laaah~ tadi nyuruh broadcast, skrng kok malah dibilang HOAX..” teman saya itu ngambek dan menyalahkan diri sendiri. Hahaha.

Dan beberapa kasus lain yang saya lupa. Alasan ini merupakan alasan pribadi saya tentang mengapa saya hampir tidak pernah mengirimkan pesan berantai kepada teman-teman saya yang berada di dalam daftar kontak saya. Bahkan untuk mengucapkan selamat hari raya atau tahun baru sekalipun, saya mengirimkan pesan secara personal. Dan itu lebih terlihat ga ada kerjaan“niat”. Sekian dulu, pendapat pribadi saya mengenai broadcast message.

Postifnya: Yah, paling tidak, dengan adanya pesan berantai, kita dapat menegur teman yang nomer handphone atau namanya ‘nganggur’ di daftar teman kita. Meskipun hanya mengirimkan sebuah pesan berantai, kita telah menyapa teman kita yang hampir tidak pernah kita sapa meskipun lewat sebuah pesan singkat. Atau jika isinya memang ancaman, setidaknya menyadarkan bahwa hidup ini hanya mimpi, kawan! Mimpilah yang indah agar nyaman ketika terjaga.

Jika ada pendapat lain atau kritik, silakan. Gunakan smartphone dengan smart. Saya didakochan, selamat malam.

*kembali ke acara sebelumnya*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s