Tidak Pribadi Lagi

Malam minggu ini, tiba-tiba saya ingin menuliskan hal yang pribadi. Hal yang tersimpan dalam pikiran saya dan ingin saya abadikan lewat tulisan. Hal pribadi yang akan menjadi tidak pribadi lagi, sebab akan saya luncurkan di dunia maya.

Saya memiliki banyak sekali keinginan, rencana, dan cita-cita. Banyak yang gagal saya wujudkan, namun tidak sedikit yang berjalan seperti yang saya harapkan meskipun sesekali jatuh kemudian terbangun kembali.  Seperti anak kecil pada umumnya, didakochan memiliki banyak sekali cita-cita. Jika ditanya apakah cita-cita saya, jawaban yang paling banyak keluar adalah ingin menjadi seorang wartawan. Menjadi wartawan adalah cita-cita saya sejak kecil. Saat itu saya hanya berpikir “ingin” saja. Tetapi setelah melewati berbagai proses pendewasaan, saya menemukan sendiri jawaban dari sekedar “ingin” menjadi cita-cita.

Bagi saya, seorang wartawan memiliki pekerjaan yang sangat jelas: mencari berita. Saya hampir tidak dapat membayangkan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di balik meja. Mungkin pekerjaan di balik meja juga jelas yaitu bekerja dengan menggunakan komputer. Tetapi apa yang dikerjakan hanya sesuatu yang berada di balik meja, di layar komputer, di atas kertasnya, sementara dunia luas berada justru di depan meja. Berdasarkan pemikiran saya yang dangkal, seorang wartawan memiliki lingkungan pergaulan yang luas dan pengetahuan seluas pergaulannya. Hal ini saya rumuskan berdasarkan pengamatan saya kepada RD (salah seorang wartawan). Dan saya sangat senang pernah berkecimpung di dunia yang saya cita-citakan sejak kecil. Terbukti bahwa menjalani hal yang kita senangi, walau seberat apa pun, tetap akan menyenangkan.

Keinginan saya yang lain dan terpaksa saya pendam adalah berkuliah di jurusan astronomi. Keputusan saya saat itu  pada sesuatu hal yang sifatnya ingin keren dan ingin tampil beda. Padahal, saya sama sekali tidak memiliki kemampuan tentang ilmu perbintangan. Saya hanya hafal 12 zodiak, itu saja. Dan keinginan saya ini sepertinya mengada-ada. Oleh sebab itu, ketika saya tidak berhasil mewujudkannya, tidak ada rasa sedih dan menyesal sama sekali.

Berbeda ketika saya sangat ingin mengambil jurusan teknik sipil atau arsitektur. Saya berani melepas predikat lulus universitas negeri saya saat saya diterima pada seleksi masuk perguruan tinggi negeri hanya karena saya lulus bukan pada jurusan “teknik sipil”. Sebelum pengumuman tersebut keluar, saya telah mendaftar di beberapa perguruan tinggi swasta dengan konsisten memilih “teknik sipil” sehingga saya berani melepas kesempatan untuk berkuliah di perguruan tinggi negeri yang berhasil saya dapatkan. Di saat itu, saya mengalami dilema. Setelah melewati pertimbangan-pertimbangan, perenungan, pertapaan, pemikiran, akhirnya saya memutuskan untuk berkuliah di universitas negeri degan jurusan sastra indonesia.

Keinginan saya tidak mati sampai di sini. Tahun berikutnya saya kembali mencoba peruntungan untuk mendapatkan kampus negeri yang lebih bagus dan jurusan yang lebih “keren” (versi saya). Saya berhasil lolos dan mendapatkan apa yang saya harapkan. Tetapi, saya memiliki prinsip bahwa “ridho orang tua = rihdo Tuhan”. Orang tua saya tidak mengizinkan saya berpindah kampus walau negeri. Alhasil, saya tetap berkuliah di kampus yang meluluskan saya saat ini.

Sampai detik ini, baru tiga hal yang benar-benar menjadi keinginan saya. Yang lain hanyalah keinginan musiman, kecuali menikah dan membahagiakan orang tua. Tetapi tahu kah kalian bahwa memiliki keinginan itu adalah api semangat hidup? Perencanaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Setuju?

Saya didakochan, selamat malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s