Ketika Mencintai Orang yang Sama

Dari judul saja sudah dapat ditebak apa yang akan saya tulis kali ini. Jika belum bisa menebak, saya akan memberitahukan bahwa saya hendak menulis perasaan saya ketika bertemu dengan perempuan lain yang sedang mencintai orang yang sama.

Semua orang bebas mencintai siapa saja. Dan bukan sebuah dosa besar ketika dua insan (atau lebih) mencintai orang yang sama. Ini pula yang saya alami belakangan ini. Saya mencintai sahabat saya. Persahabatan kami dimulai sejak kami berada di bangku sekolah. Sebelum ikatan teman yang semakin erat dan dideklarasikan sebagai persahabatan dimulai, sahabat saya itu sudah memiliki sahabat-sahabat lain terlebih dahulu. Saya pun tidak berani berusaha untuk memonopoli karena saya tidak ingin ‘merebut’. Lagi pula, mereka memang sudah menjalin hubungan dekat sejak lama. Saya pun tidak cemburu karena pada saat itu hubungan mereka merenggang (yes! yes! yes! haha) karena kegiatan yang tidak seiring lagi. Intensitas pertemuan saya lebih banyak dibandingkan dengan mereka. Interaksi saya juga lebih sering dibandingkan dengan tatap muka mereka.

Dia lebih mengerti saya dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, empat setengah tahun, dan seterusnya. Saya dan sahabat saya mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sahabat saya itu kembali dekat dengan sahabatnya yang dulu. Interaksi mereka meningkat karena jarak rumah mereka yang tidak begitu jauh.

Saya pun mulai cemburu dengan keadaan itu. Saya mulai merasa kehilangan. Saya mulai merasa ada yang diambil. Apa yang saya rasakan ini merupakan hal yang manusiawi, bukan? Saya tidak melarang sahabat saya tersebut dekat dengan siapa pun, bahkan memilih untuk menjauh dari saya. Rasa cemburu yang saya miliki, murni hanya rasa cemburu biasa. Rasa cemburu yang muncul ketika melihat foto sahabat saya dengan orang lain. Cemburu karena saya tidak mendapat cerita seperti yang sahabat saya ceritakan kepada orang lain.

Tapi, apa lah arti cemburu kalau saya tetap mencintai dia. Dan orang lain pun berhak mencintai dia. Yang terpenting adalah rasa di dalam sanubari ini. Salah satu teman dekat saya pernah mengatakan bahwa: mencintai seseorang itu adalah memberikan kebebasan, kebebasan yang diberikan kepada orang yang kita cintai untuk memilih mencintai kita atau tidak sama sekali.

Advertisements

3 thoughts on “Ketika Mencintai Orang yang Sama

  1. wajaaar kali bo, aku juga mengalami hal yang sama. kan bener kata penyanyi-entah-siapa-lupa-namanya; tak ada yang abadi
    😀
    termasuk persahabatan. wajar ngerasa cemburu, asal jangan cemburu nya aneh – aneh yak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s