Penantian Panjang Part.2

Baru bisa menulis kembali dan berbagi kebahagiaan hari ini setelah rentetan kegiatan yang saya laksanakan. Sabtu, 26 Maret 2011, saya resmi menyandang gelar SARJANA SASTRA. Gelar tersebut kini melekat di belakang nama saya setelah penantian panjang yang sering tertunda akibat saya dan faktor eksternal lainnya.

Namun, mengapa hari ini saya tidak merasakan ada sesuatu yang berbeda. Jika saya tidak mengingatkan Ibu saya bahwa sabtu ini saya akan diwisuda, saya jamin, Ibu saya tidak akan hadir. Begitu juga dengan Ayah saya. Seharusnya, hari itu Ibu saya ada acara rapat kerja di Bandung dan Ayah menemani Ibu saya. Tetapi Ayah dan dua adik saya memutuskan untuk menjemput paksa Ibu saya dari Bandung. Mereka baru ada di rumah pukul 03.00. Jam 3 pagi! Sekitar 4 jam sebelum saya resmi di wisuda. Untungnya, orang tua dan adik saya hadir bersama saya dalam acara wisuda. Dan mengikuti rangkaian acara dari pembukaan hingga penyerahan ijazah.

Ketika ceremony itu selesai, saya sempat berfoto bersama orang tua dan adik saya. Tidak lupa foto bersama sang pacar yang juga hadir saat itu. Hanya ada 2 foto saya bersama keluarga saya (yang 1 include pacar). Selebihnya, mereka pulang karena sudah keburu lapar dan memang ada acara makan-makan di rumah nenek saya. Lalu saya? Saya cuma bisa menatap sedih ke arah kawan-kawan lain yang mengabadikan foto keluarga lebih dari yang saya punya. Mungkin memang salah saya yang meminta mereka menunggu sebentar karena ada foto angkatan. Tapi mengapa keluarga dari kawan-kawan saya bersedia menunggu sedangkan keluarga saya tidak?

Untuk menutupi kesedihan saya itu, saya pun berfoto bersama keluarga sahabat saya, kawan-kawan saya yang datang, kekasih, rekan kerja, teman main, teman satu organisasi, teman yang sudah diwisuda tahun kemarin, kakak kelas, dan ketua jurusan tempat saya berkuliah. Saya memang tersenyum. Saya senang bahwa saya telah di wisuda dan resmi menyandang gelar sarjana saya. Tetapi jauuuuuuuuuuuh di dalam hati saya, saya bersedih karena tidak bisa mempertemukan orang tua saya dengan orang tua sahabat saya. Terlebih karena saya tidak punya banyak foto di hari yang saya nantikan itu.

Hari yang saya nantikan menjadi kosong.

Tetapi saya bersyukur bahwa saya telah mewujudkan impian saya untuk mengenakan toga di depan orang tua saya. Saya mewujudkan mimpi saya menjadi seorang sarjana.

Ega, Paunk, Dini, Gusti, Rian, Ferdi, Johny, dan kawan-kawan saya yang masih harus berjuang, teruslah berjuang.

Salam,

Lidya Khaerani Hestya, S.S

hahhahaa

 

Advertisements

One thought on “Penantian Panjang Part.2

  1. wisudaaa lagiii biar bisa punya foto banyaaak sama keluarga.
    pssstt.. salah satu motivasi aku kuliah lagi adalah DI WISUDA.
    😀
    ahahahhahaaaa.
    membayangkan di wisuda lagi, ngeliat senyum sumringah mereka lagi. dan belon sempet foto di depan kampuuusss!

    ayoookk kuliah lagii..
    anyways, congrats yah neng..
    phutu cantik nya gak ada yang dimasukin ke sini?
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s