Komitmen didakochan

Saya menyukai profesi saya yang sekarang ini. Setelah lulus dan resmi menyandang gelar sarjana sastra (sedaaap), saya segera mendapatkan kesempatan untuk menjajal pengalaman baru sebagai wartawan. Cita-cita masa kecil yang telah terwujud. Sebelumnya, saya pernah mencoba menggeluti dunia wartawan berita di salah satu media berperspektif feminis. Namun kali ini, saya bergabung dengan media yang beritanya seputar gadget.

Pilihan saya ini sempat mendatangkan dilema. Masalahnya, saya harus menghadapi beberapa pilihan yang harus diputuskan dengan segera. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bekerja sebagai wartawan salah satu media telekomunikasi. Pertimbangannya adalah, jenjang pendidikan S2 akan menerima saya kapan pun sedangkan bekerja terbatas oleh kesempatan dan usia.

Saya menyenangi profesi saya. Mungkin semangat ini masih tergolong baru sebagai awalan sehingga setiap hari saya tidak merasa terbebani untuk bangun pagi dan pergi bersama Daniella ke kantor. Saya tidak keberatan dengan bayaran atas pekerjaan saya. Saya pun nyaman dengan lingkungan tempat saya bekerja. Saya merasa ikut membangun media ini karena keadaan media yang masih “bongkar-pasang”.

Saya berani menunda pendidikan saya demi ‘bermain’ sejenak di dunia baru ini. Saya berani mengambil resiko untuk mengejar pendidikan di tengah pekerjaan saya. Saya yakin saya bisa meraih semua yang saya rencanakan. Fisik, keluarga, dan kekasih (tentunya) pasti akan sedikit terbengkalai. Tapi saya percaya akan ada sesuatu yang indah di balik semua yang saya jalani.

Meskipun semua pilihan yang saya jalani tidak begitu lancar, tetapi saya mencoba mencintai apa yang saya jalani. Ibu saya mungkin masih bermimpi saya menjadi mahasiswa kembali. Kadang disela perbincangan, beliau berkata “wah, kerjaannya bisa dikerjain di rumah dong. Bisa sambil kuliah”.

Perkataan ibu saya seperti menguji komitmen saya. Saya tetap tidak goyah memutuskan jalan yang saya pilih. Saya sudah memutuskan, dan sekarang saya harus yakin. Saya seorang wartawan. Masih bermimpi melanjutkan pendidikan. Masih bermimpi membahagiakan keluarga. Masih bermimpi memiliki kehidupan sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s