Tidak menyerah pada keterbatasan

Menulis itu mudah. Yang susah itu apa memikirkan apa yang akan ditulis dan bagaimana harus dituliskan. Tidak ada kompromi bagi pekerjaan saya untuk mengatakan “saya tidak bisa menulis”. Malahan saya hampir menghindari mengucapkan kata-kata itu.

Kegalauan ini sudah terjadi kemarin ketika saya mendapatkan tanggung jawab mengulas sebuah produk yang canggih bin ajaib. Produk ini merupakan produk yang terkenal di seluruh dunia. Seharusnya ini menjadi sebuah prestasi bagi saya sebagai pemula. Namun kemampuan saya yang pemula, kemiskinan diksi, dan ke-belum-mampuan saya memegang alat canggih menjadi mimpi buruk bagi saya. Saya tidak mengerti bagaimana memaparkan kecanggihan dalam bentuk tulisan. Saya pun tidak mengerti bagaimana memaksimalkan fitur lengkap berteknologi tinggi. Aduuuuh! Seharian saya diliputi perasaan tidak percaya diri.

Pada akhirnya, saya menuliskan apa yang saya bisa dan apa yang saya dapatkan ke dalam bahasa sederhana. Saya merasa sangat kasihan dengan produk canggih itu. Bagaimana tidak, produk berteknologi super diulas oleh amatir dalam bahasa sederhana. Ditambah ulasan yang sangat cetek! Ampuuuunn..

Membangun tembok untuk kemampuan diri? Tentu tidak. Saya tidak melakukan itu. Saya yakin saya pasti bisa, ASALKAN pengalaman dan “jam terbang” saya sebagai jurnalis juga mendukung. Lah ini, baru 3 minggu. Kalo nulis news berisu jender mungkin bisa dikatakan saya mampu. Sebab skripsi saya memang berkaitan dengan isu jender. Tetapi tempat saya bernaung kali ini membahas soal gadget, dunia baru yang belum pernah saya sentuh sebelumnya. Handphone saya pun hanya digunakan untuk SMS, BBM, nelepon. Bahkan saya baru memanfaatkann fasilitas WiFi-nya kemarin. Padahal sudah hampir 1 tahun saya mengakrabkan diri dengan benda ini.

Ya sudah lah, proses akan terus berlanjut. Saya tidak akan menyerah. Tulisan sudah masuk dan saya hanya bisa menunggu respon dari ‘atasan’ sebagai bahan pembelajaran. Semua orang memiliki hak yang sama untuk mengembangkan diri, mencoba hal baru, dan berusaha menjadi yang lebih baik. Saya tidak percaya bahwa di dunia ini ada orang yang gagal. Yang ada hanyalah orang yang menyerah dengan cepat karena sudah merasa putus asa.

Saya pasti bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s