masih mencari sisi positif

(Dih, kenapa kalo pas pake leptop adik saya, bisa langsung nulis dengan bahagia. Ada yg ga beres kah dengan leptop saya?)

Saya sedang mencoba untuk menangkap hal-hal postif terhadap sesuatu yang terjadi. Dulu mungkin saya lebay. Berspekulasi terhadap kejadian dan opini yang saya sendiri berada di luarnya. Tetapi perjalanan spiritual saya bersama salah satu saudara saya telah membuka mata saya kalau memang kita harus “melihat segalanya lebih dekat”. Saya sudah terapkan ke beberapa kejadian. Seperti saat saya membaca chat grup itu.Haha.. Namanya juga becanda.

Tapi kali ini saya merasa belum menemukan sisi positifnya. Pernah kah kalian memiliki sahabat yang sangat introvert? Saya punya. Dia sangat jarang bercerita tentang apa pun. Mungkin memang ada hal yang perlu di bagi, ada hal yang cuma pengen disimpan sendiri. Tetapi, sayanyaris tidak mengenal siapa dia, apa kegiatannya, dan bagimana kabarnya. Mungkin saya juga demikian. Saya anggap dia sahabat. Tapi ada cerita dia yang tidak saya dengar langsung dari dia. Mungkin karena dia pengen cerita langsung ke saya dan nyari timing yang tepat buat ketemuan. Tapi dia jalan kemana-mana sendiri. Mungkin karena pengen sendiri. Tapi dia ke job fair sendiri. Mungkin emang takut tersaingi atau dia menebak saya tidak butuh pekerjaan. Tapi apa salahnya ya ngajak sebagai basa-basi mungkin. Ya sudah lah, saya juga masih mencari sisi positifnya.

Satu hal yang masih mengganjal dan sedang saya cari nilai-nilai positifnya. Saya pernah menulis tentang passion saya di bidang yang sedang saya geluti sekarang ini. Saya pernah menulis bahwa saya akan meninggalkan pendidikan. Tapi apa yang terjadi…. Ternyata hati saya berkata kalau saya harus pintar bernegosiasi dengan pihak kantor. Saya ingin melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan profesi yang menyenangkan ini. Bukan karena iming-iming berbagai hal, tetapi karena dari dalam hati. Entah dorongan dari mana. Tapi saya ingin menggeluti dan menyelami bidang ini. Lalu pendidikan saya? itu lah yang masih mengganjal. Saya pun senang punya kesempatan belajar lagi. Saat orang lain gigit jari ga punya biaya atau ga lulus tes-nya, saya punya apa yg mereka ga punya.

Segala sesuatunya memang punya dua sisi. Katanya, “kamu akan merasakan kehilangan sesuatu saat benar-benar kehilangannya”. Apa mungkin saya akan menyesal kalau sampai kehilangan pekerjaan saya? Apa kah saya akan bersedih kalau saya melepaskan kesempatan belajar ini? Saya rasa berpikir positif dan mencari nilai positif mana yang lebih banyak. Saya ingin sekali meyakini bahwa Tuhan pasti sudah mengatur rejeki. Jadi saya tidak boleh takut akan kehilangan pekejaan seperti sekarang. Kalau memang ini jalan saya, Tuhan pasti akan menunjukkannya dengan mudah.

Advertisements

2 thoughts on “masih mencari sisi positif

  1. sahabat introvert??? Saya juga punya…. *saya akan mulai memanggil dengan panggilan Dida… 🙂

    • iya mba desi.. *saya akan panggil mba desi.. hehe*..
      berasa bukan sahabat rasanya kalol ga ada hal yang bisa dibagi secara pribadi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s