Tri Aikens dalam DOTA

Sekali lagi, DOTA menemani dan  mewarnai bagian hidup saya dengan sebuah video. Sayang sekali saya tidak bisa mengunggahnya ke sini. Bisa dilihat kok di facebook.


Jika saya katakan saya sangat terharu dengan sebuah video yang dikirimkan kepada saya, mungkin beberapa orang akan mengatakan bahwa saya terlalu sensitif. Terutama laki-laki. Mengapa saya katakan seperti itu? Karena beberapa kali saya pernah terharu oleh hal-hal sepele namun dianggap berlebihan (atau lebay). Entahlah apa yang menjadi dasar pemikiran mereka untuk mengatakan saya lebay.

Suatu malam yang saya jalani seperti biasa. Kamar sempit dan berantakan. Bunyi fitur chatting menecah kesunyian. Saya masih belum bisa memejamkan mata saya. Kebersamaan kami, para anggota DOTA, senantiasa terjalin meski minim pertemuan. Dan mungkin lama-kelamaan komunikasi juga semakin terbatas. Pasti seseorang dari anggota akan menjalani bagian dari hidupnya. Saya pribadi tidak ingin memisahkan diri dari mereka meskipun jika perjalanan hidup saya berbeda dengan mereka.

Entah apakah saya yang terlalu sentimentil, terlalu mudah terharu? Tapi saya tidak pernah ingin memperlihatkan air mata saya. Kak Arya, Rico, dan seorang temannya merekam sebuah lagu yang mereka nyanyikan. Your Call dari Secondhand Serenade. Rico tahu kalau saya sangat mengaggumi Secondhand Serenade. Dan Saya juga yang memintanya untuk memainkan lagu ini, direkam, dan perdengarkan kepada saya. Saya tidak sangka kalau ditanggapi serius. Dan saya sangat bahagai sekali bisa mendengar suara Rico, melihat permaina gitar Kak Arya, dibantu dengan temannya, Dave. Hasil videonya di luar dugaan saya. Nyaris sempurna. Saya terharu, sungguh! Rasanya mengucapkan “terima kasih” saja tidak cukup.

Saya tidak menutup diri untuk menerima berbagai komentar terhadap respon saya atas video yang mereka kirimkan. Saya yakin saya bukan pusat dunia, bukan segala-galanya. Saya dan ketiga perempuan yang lainnya punya posisi yang sama. Hanya saja ukuran saya lebih besar sedikit (haha). Tetapi saat video itu sampai, terdengar, dan terlihat di layar PC saya. Rasanya seperti diteduhkan dari terik mentari. (Maap mpok, vina, dan corry… Saya mengekspose kebahagiaan saya). Apalagi saat suasana hati saya sedang dalam masa penyembuhan. Saya merasa nyanyiian itu adalah ungkapan hati untuk saya (hahaha. GR banget! Bodo).. Saya cuma ingin merasakan apa yang Tuan Puteri rasakan saat diselamatkan oleh Pangeran Berkuda dari menara yang dijaga oleh seorang naga. Ya, begitu lah. Saya memang terlalu sering berfantasi.

Saya pun sedikit berkhayal dari video yang dibuat oleh DOTA (kali ini nama boyband galaunya: TRI AIKENS). Syair lagu Your Call yang dinyanyikan membuat saya merindukan sosok yang akan mengatakan hal semanis itu kepada saya (peyuk cemuanyaaa~!). Apalagi dalam bentuk lagu. (Sial! feel deep inside!). Saya bukan pusat dunia, sekali lagi saya katakan ini. Saya sadar betul kalau saya hanya perempuan biasa. Tapi kan khayalan itu bukan cuma milik mereka yang cantik. Bukan milik mereka yang bisa meraih segalanya. Siapapun bebas berkhayal. Ada kebahagian tersendiri, terutama buat saya (kadang malah bikin ngarep. haha..)

Saya ingin sekali menangis dan memeluk semua anggota DOTA. Mungkin saya akan kebanjiran kata “lebay” di telinga. Tetapi inilah yang saya rasa. Saya berusaha untuk mendekatkan diri dengan mereka. Entah apakah mereka melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Saya berusaha untuk menempatkan mereka lebih dari teman seprofesi tanpa saya pedulikan apakah mereka juga seperti itu. Mereka kawan saya yang sangat baik. Para ikan yang butuh samudera.

Saya siap menampung komentar yang berisi bahwa saya lebay. Tetapi inilah yang terjadi pada saya. Saya bisa menduga bahwa ketiga teman DOTA yang lain (perempuan) juga berusaha untuk bisa mendekatkan diri dengan anggota yang lain. Bagaimana dengan anggota laki-laki? Meskipun banyak yang mengusung emansipasi wanita, tetap saja laki-laki tidak bisa sesentimentil hanya karena hal yang saya alami kali ini. Memang kita tidak berbeda. Jika DIDA perempuan bisa terharu dengan melihat video dan menghayal, laki-laki juga punya sisi sentimentil sendiri.

Entahlah.. Yang jelas, saya sangat berterima kasih kepada Rico, Kak Arya, dan temannya yang mempersembahkan Your Call untuk saya. Maju terus tri aikens ft Vetty Verra.

Pada suatu hari nanti, jasadku takkan ada lagi. Tapi dalam bait-bait sajak ini, kau takkan kubiarkan sendiri. (Sapardi Djoko Damono)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s