Bang, Mekdi bang!

Ketika saya dan adik saya memutuskan seharian di rumah, ketika itu pula rasa lapar menyerang dengan dasyadnya (bila dibandingkan dengan senyumanmu). Ada dua kemungkinan jika saya kumpul sama adik saya yang satu ini: berantem atau gila-gilaan. Hal ini sudah dibuktikan dengan pengamatan teman saya yang berkomentar kalau saya dan adik saya itu serrrru.

Muncul ide buat delivery mekdi ke rumah. Melihat menu lewat internet, berasa semua mau dimakan. Kita merundingkan menu yang akan di pesan. Setelah mencapai kata mufakat baru kita telepon ke mekdi. Pesen ini, itu, ini , dan itu.

Beberapa menit kemudian, kami menunggu dengan setia. Menanti dengan penuh harapan akan kedatangan mas-mas pengantar delivery mekdi. Saya dan adik saya duduk di depan pager rumah. Memandang ujung jalan, adakah gerungan motor beraroma ayam goreng di sana?

Akhirnya, penantian kami berakhir sudah. Kami sambut dengan wajah sumringah.

 

“Abang!! abang kan kita tungguin loh.. Gimana bang perjalanannya? Menyenangkan?”

Si abang cuma jawab: “iya” dengan wajah datar.

Semua pesanan kami bawa masuk ke kamar. Rrrwwwrrr it’s time to party (dibacanya: its taim tu parteeeeee). Empat  ayam goreng yang lagi sedeng-sedengnya alias usia matang (saya dua, ndu dua). Kami yakin itu bukan ayam paruh baya yang guling-gulingan di atas tepung bumbu, lalu ga sengaja nyemplung ke kuali berisi minyak panas. Ada juga seporsi spageti, kentang goreng, dua piring nasi, es krim enak rasa susu coklat. Untuk makan berdua, jelas ini masuk kategori kalap.

Lima belas menit pertama, kami masih cekakak-cekikik menikmati kelezatan tiap gigitan. Tetapi memasuki menit berikutnya, kami mulai bosan mengunyah. “Kok ini makanan kagak abis-abis”. Mulai pasang muka kekenyangan. Ga lucu banget kalo besok pagi ada headline berita di koran lokal yang berisi: “Dua gadis manis menggelepar di kamar tidur akibat overdosis junk food”. Ditambah foto yang ga disensor.

Pelan-pelan kita abisin sambil cerita tentang temen-temen yang termasuk ke dalam genk gares. Kalo ga abis, dia yang sikaaaat. Tapi kalau cara makannya kaya gembel nista tak beradab gini, gimana sudi ngabisin.

Mulai terjadi oper-operan ayam. Nyaris ada pertumpahan darah, tapi berhasil  dipisahkan oleh satu kata: kekenyangan. Ya Allah, orang Indonesia. Nih sekarang udah diserang rasa ngantuk. Rasanya ini rapel makan buat seminggu.

Tips pertama yang mujarab: kalo makan ga abis, coba makanannya dipotong kecil-kecil. Ini udah dipraktekin, dan berhasil. Kami sudah menghabiskan makanan. Sisa kentang goreng dan es krim. *tahak dulu*

 

Kekenyangan bisa membuat Anda bego. Tetapi kelaparan bisa membuat Anda tidak bisa berpikir. Bagaimanakah kita bisa memecahkan masalah yang pelik ini? Akan kah Sun Goku berhasil mengumpulkan 7 dragon ball. Mampukah Bejita mengalahkan Pikolo?

 

Advertisements

2 thoughts on “Bang, Mekdi bang!

  1. eit si abang ada potonya ternyatah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s