[transkrip] Oase Ramadhan yang Sangat Menyentuh Hati oleh Syaikh Salih Al Maghamis

Apabila kita telah mengetahui bahawasanya Allah mengharamkan surga bagi mereka yang kufur terhadapnya maka dari kita tahu bahwa sebesar-besarnya nikmat ialah nikmat Islam. Nikmat yang paling besar adalah nikmat Islam. Dan apabila Allah mengingkan bagi hamba-Nya kebaikan maka dia (akan) dimatikan dalam beragama Islam. Dam Nabi kita pernah berdoa: “Wahai yang menetapklan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Dan Nabi pun telah memberitahu bahwa antara tanda-tanda fitnah akhir zaman orang yang malamnya muslim dan paginya kafir. Atau paginya dia kafir dan petangnya dia beriman. Dan hari ini, kita lihat disekeliling kita berbagai perkara yang disebarkan, yang berbentuk syuhbat (penipuan dan perkara yang meragukan)  dan yang berbentuk syahwat (yang membangkitkan syahwat) tidak syak lagi bahwa ini semua menyebabkan seseorang itu berpaling (dari agamanya).

Tetapi Allah yang Maha Tinggi. Apabila mencintai seseorang hamba maka akan diwafatkan dia di dalam Islam. Dan setiap perkara yang ditarik dari kita pasti akan ada gantinya (dari Allah), kecuali agama (maka tiada gantinya).

Dan apabila Allah mencintaimu maka Dia akan menetapkan kematianmu di dalam Islam. Supaya engkau mati dalam keadaan Islam. Jadikanlah! Hatimu gembira tatkalah engkau menyembah Allah.

Sebagian orang apabila melakukan sesuatu perkara yang mubah atau makruh seperti menghadiri sesuatu pertandingan atau majelis keramaian, dia merasa gembira karena menghadirinya. Kita tidak ingin membicarakan perihal sesuatu golongan tapi kita ingin mengambil faedah dari “kegembiraan” ini. Bagaimana engkau tahu bahwa engkau (tetap) di atas Islam ialah apabila engkau merasa gembira tatkala engkau mentaati Allah.

Janganlah dilakukan! Janganlah dilakukan sesuatu ibadah itu semata-mata untuk menyelesaikannya tetapi lakukanlah sesuatu ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Allah!

Tidak dimudaratkan oleh kemaksiatanmu tetapi engkaulah yang binasa apabila engkau melakukan maksiat. Dan mati di dalam keadaan Islam, dalam apa pun juga keadaan, jauh lebih baik berbanding mati di dalam kekufuran. Sebagaimana disebutkan dalam doa para solehin: Ya Allah, sesungguhnya aku mencintai-Mu walaupun aku bermaksiat kepada-Mu.

Dan seorang shaabat yang mulai Amru Ibn al-Ash, tatkala hampir waktu kewafatannya berkata: “ya Allah, aku bukanlah seorang yang lepas (dari dosa) maka aku memohon pengampunan. Dan bukanlah aku orang yang kuat (dalam beribadah) maka aku memohon pertolongan. Dan tiada bantuan dan kekuatan kecuali dengan pertolongan (Allah).”

Apabila Allah telah menetapkan bagimu untuk solat subuh berjamaah, setelah engkau keluar dari mesjid, hadirkanlah perasaan gembira bahwasannya Allah dengan rahmat-Nya telah menbangunkanmu dari tempat tidurmu. Bahwasannya Allah dengan rahmat-Nya dan menyebabkan engkau berdiri di hadapan-Nya dan membawa engkau bergerak menuju rumah-Nya (mesjid).

Inilah yang kita harapkan. Mereka yang apabila Allah inginkan kebaikan untuk mereka, mereka ditetapkan dan dimatikan di atas agama. Dan tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi serorang hamba selain kegembiraannya terhadap Islam. Dan sebagaimana semua telah tahu bahwasanya seorang hamba itu mestilah bersyukur kepada Allah karena menjadikannya seoang Muslim. Kita semua dengan rahmat Allah dilahirkan muslim yakni Allah memberi kita Islam tanpa kita memintanya. Maka semoga Allah mengaruniakan kepada kita syurga tatkala kita memintanya.

 

transkrip ini didapat dari link: https://www.facebook.com/photo.php?v=10201523110659435

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s