Pengalaman Pertama Nulis Review Game

Bismillahirrahmanirrahim,

Ini adalah kali pertama gue dapet tugas untuk ngereview game. Sempet berantem karena disuruh nulis game per-stage.. Haduuuh, ini mah bocoran cara main. Pas gue nulis pun masih menuai kritik, “ini mah sinopsis”.. *facepalm*.. Orang pas gw main emang kaya mengalir bersama alur.

Well, bagi yang ga mau beli majalah Telset demi baca tulisan 2 halaman yang gw tulis tentang game “The Last of Us”, inilah hasil karya gw.

The Last of Us: Survivor Horror Masterpiece Naughty Dog dan Sony 

Kisah tentang zombie semakin eksis di tahun 2013 ini. Hal itu dapat dilihat dari semakin banyaknya film dan game yang  menjadikan zombie sebagai ‘pahlawan’ dalam cerita game. Resident Evil (RE) adalah salah satu game fenomenal yang mengangkat ‘zombie apocalypse’ untuk petualangan game konsol.  Keberhasilan RE banyak dicontoh oleh beberapa pengembang game yang turut menyertakan zombie sebagai musuh untuk dibasmi. Game Left for Dead, Plant vs Zombie, dan Walking Dead cukup menyita perhatian para gamers yang sudah terlanjur cinta dengan zombie.

Tahun 2013 ini, Naughty Dog bekerja sama dengan Sony membuat game tentang zombie dan mendulang kesuksesan. The Last of Us (TLOU) dirilis pada Juni 2013 yang lalu dan langsung populer di kalangan para gamers. TLOU mendapat beberapa penghargaan sebagai Best PS3 Game, Best Sony Exclusive, Most Valuable Game dan sederet penghargaan lainnya. Ingin tahu mengapa game TLOU bisa menyabet berbagai penghargaan tersebut? Baca terus ulasan kami.

Zombie dalam TLOU tidak seperti zombie pada umumnya. Tokoh antagonis dalam TLOU adalah manusia yang terjangkit penyakit dari jamur berbahaya yang membuat penderitanya bermutasi, kehilangan akal sehat dan sangat agresif. Tapi istilah zombie cukup merepresentasikan makhluk yang menjadi tokoh antagonis di dalam game ini.

Cerita TLOU bermula saat wabah baru menyebar menghancurkan kehidupan Joel dan putrinya, Sarah, dengan sangat tiba-tiba. Joel harus kehilangan  putrinya tersebut ketika ingin melarikan diri dari amukan zombie. Joel sangat terpukul dengan peristiwa itu, dan mengakibatkan hidup Joel berubah karena selalu dihantui rasa takut akan terulangnya peristiwa mengerikan itu.

Dan 20 tahun telah berlalu, Joel dan rekannya bernama Tess, harus keluar dari tempat tinggal mereka untuk mencari persediaan obat-obatan dan bahan makanan demi melangsungkan hidupnya di tempat yang tak terjamah zombie.

Dalam usaha mengumpulkan logistik untuk menyambung hidup, Joel bertemu dengan Ellie. Joel yang selamat dari wabah ini pun mendapatkan tugas untuk menyelundupkan Ellie ke suatu tempat. Tanpa sepengetahuan Joel, Ellie menyembunyikan identitasnya sebagai kunci dari penelitian yang sedang dilakukan oleh Fireflies, pihak pemerintah, untuk menyelamatkan umat manusia yang tersisa.

Inti dari survival game ini pun dimulai. Joel, Tess, dan Ellie harus pindah dari satu lokasi ke lokasi lain agar tidak menjadi santapan zombie yang bisa menularkan ‘penyakit’ dari gigitan ataupun dari spores, udara yang tercemar virus. Ada beberapa jenis zombie yang harus dibasmi yakni Runner, Stalker dan Clicker dengan tingkat kesulitan serta perilaku yang berbeda-beda. Game ini menawarkan kebebasan kepada pemain untuk melawan musuh secara gerilya, frontal, atau malah menghindari konfrontasi sama sekali. Tentunya setiap pilihan memiliki konsekuensi yang menyertai.

Sepanjang perjalanan, pemain juga harus jeli karena item, persenjataan, dan health kit tersebar di seluruh area. TLOU menyajikan game dengan cukup detail karena gamer bisa meng-upgrade persenjataan mereka dengan item yang mereka temukan. Semakin giat gamer mencari item, maka akan semakin banyak persenjataan yang akan mereka temukan. Game TLOU ini termasuk game yang menekankan realisme. Penggunaan senjata dan reload senjata serta pemakaian health kit digambarkan begitu detail.

Perhatian tinggi akan detail juga terlihat dari cara penggambaran latar dan tokoh yang akan membuat gamer terkagum-kagum, ditambah lagi dengan kualitas grafis yang begitu halus dan indah. Meski grafis bukanlah patokan utama dalam lakunya sebuah game, tapi Naughty Dog dan Sony sangat serius mengerjakan game ini dan grafis yang ditawarkan jauh diatas rata-rata. Bahkan beberapa gamer mengakui pengalaman bermain TLOU seperti bermain dalam lukisan seharga ratusan juta.

Kebanyakan game zombie lebih banyak mengandung unsur horror yang mengejutkan. Jarang dari game jenis ini yang menawarkan sentuhan drama untuk  membangun cerita. Combo! Para gamer akan dibuat terpukau dan terpesona dengan kualitas grafis yang sedap di mata. Ditambah dengan kisah haru Joel dan Ellie yang tergambar dari dialog mereka. Jadi, jangan heran bila TLOU sanggup memainkan emosi Anda sambil menyelesaikan misi kedua tokoh ini. Two thumbs up! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s