Kabar Gembira di Balik Sakit Ini

Bismillah.

Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang membuat postur tubuh seseorang menjadi tidak tegap. Normalnya, tulang punggung itu lurus. Tetapi pada penderita skoliosis, tulang punggungnya jadi melengkung, menyerupai huruf S atau huruf C. Penyebab skoliosis belum diketahui secara pasti. Ada yang karena keseringan bawa barang berat, ada yang karena keseringan duduk miring-miring, dan katanya ada yang karena keturunan (yang ini kurang masuk akal karena gue pikir skolosis adalah masalah fisik, bukan masalah gen).

Bahaya ga? Dalam beberapa kasus, skolioisi memang berbahaya karena dapat merusak organ disekitarnya. Semua ini tergantung pada derajat kemiringan pada tulang belakangnya.  Biasanya kalo derjat kemiringannya udah lebih dari 30-40 derajat, diperlukan penanganan medis yang lebih serius atau menggunakan brace (semacam korset untuk menyangga tubuh), bahkan ada yang harus ditangani lewat operasi. Yang paling ringan adalah dibiarin aja, cukup dengan terapi.

Gambar

brace buat skoliosis. Tp ada model lain yang lebih simple.

Berdasarkan pengalaman pribadi, skoliosis itu bukan penyakit menular hahahaa. Perbedaan antara skolioser dengan orang normal adalah durasi berdiri dan duduk yang harus diatur. Para skoliosis fighter seperti saya akan cepat pegal bila duduk berlama-lama, berdiri sambil menggendong tas berlama-lama, tidur dalam posisi yang salah, nyeri (ini yang paling ga nyaman karena ga tau musti apa). Untuk mengatasi hal ini, kata dokter Jose Rizal, penderita skoliosis disarankan untuk berenang. Saya kurang paham, apakah treatment ini juga dilakukan pada skoliosis berat. Tapi saya dengan skolosis 30 derajat hanya perlu berenang dan terapi (yang belum saya lakukan secara maksimal. Hahaha).

Yang paling bikin saya sebeeeel adalah kebanyakan artikel di internet tuh nakut-nakutin. Para skolioser ga cuma perlu informasi mengenai penyebab, penanganan, dan bahaya, tetapi juga motivasi supaya ga ngerasa paling menderita. Emang sih kalo search “bahaya skoliosis” yang muncul itu kelainan jantung dan paru-paru, tapi ga semua skoliosis kok. Tetapi gara-gara artikel ini, banyak yang menunjukkan keputusasaannya karena skoliosis.

Ada teman yang skoliosis selalu mengeluh denga skoliosisnya, show off bahwa dirinya menderita, perlu perhatian, mengurung diri di rumah. Hey meeeen! C’mon. Skoliosis ini bukan jadi hambatan untuk beraktivitas kok (kecuali aktivitas fisik). Para skoliosis tetap bisa menggunakan keterampilannya (kalo punya). Tetep boleh ikutan ujian masuk universitas. Tetap boleh punya cita-cita. Tetep boleh berbisnis.

Satu kabar menarik yang paling membahagiakan bagi para penyandang skoliosis. Ada rahasia di balik sakit yang kita rasakan setiap hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. | HR. Muslim

Hanya dengan sabar sedikit saja, hal yang tidak bisa kita lakukan bisa kita dapatkan. Maksudnya, apa kita bisa menghapus dosa kita sendiri? Engga lah. Yang ngapus dosa itu Allah. Jadi, kita dapat hadiah dengan kesabaran atas penyakit ini, yaitu penghapusan dosa. TETAPIIIII~~ jangan ngandelin dan ngegampangin lah. Mentang-mentang dosanya dilebur dengan sakit, lantas meninggalkan kewajiban sebagai umat muslim. Islam itu mudah, tetapi ga untuk dimudah-mudahkan. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.

Kabar gembira ini mudah-mudahkan bisa menghibur para penyandang skoliosis (dan penyakit yang lain) supaya jangan pikirin bahaya dari penyakitnya doang, tetapi juga bersyukur dan bersabar terhadap apa yang bisa kita lakukan sekarang. Ada hadiahnya kok dengan sabar dan tetap berbuat kebaikan dengan terus beribadah. Sebab, Skoliosis juga bukan hambatan untuk mengingat Allah dan dekat dengan Allah. Marriiiiiii~

Advertisements

25 thoughts on “Kabar Gembira di Balik Sakit Ini

  1. Kak, kalau kiropraktik bisa buat skoliosis ga?

  2. Salam kenal 🙂
    Jazakallaahu, sudah diingatkan. Sy baruu aja dibilang punya skoliosis, meski kata dokter nggak parah. Tapi tetep merasa gimana, gitu 🙂

    • Saya juga pertama kali kena vonis, gimanaaaa gitu. Sempet down dan setres. Semoga artikel ini bisa jd sepercik semangat nuat kita ya Lia. Salam kenal.

  3. Assalamualaikum,.
    Salam scolioser! Trima kasih sdh diingatkan dan memberikan motivasi buat para scolioser. Izin copas info dari blogmu ya,, Wassalam ^^

  4. Aku juga skoliosis
    Stres rasa nya 😥
    Takut melanjutkan hidup 😥

  5. Halloo…salam kenal. Sy juga kena skoliosis,skoliosis ini dari penyakit keturunan,namanya marfan syndrome. Dr sindrom marfan ini macam2 penyakit yg ditimbulkannya,ada yg kena lensa mata,ada yg kena tulang,ada yg kena jantung atw paru2. Kakak sy baru seminggu lalu meninggal dunia,,,hiks sedih sich tp yaa itulah qt cm hamba Alloh. Terima kasih artikelnya mengingatkan sy utk selalu bersyukur atas apapun nikmat Alloh.

    • Innalillaahi wa innailahi rojiun… Turut berduka cita atas meninggalnya sang kakak. Semangat, kak. Ingat terus hadiah dibalik sakit ini. InsyaAllaah kita semua diberi kesabaran.

    • Halooo Mbak Herlinna. Aku baru baca komennta.. Maaap sekaliii.. Turut berduka atas meninggalnya kakanda yaaa Mbak… Terus bersyukurrrrr dan sabaaar.. Semangaaatt

  6. Wilayatul mudrika

    Terima kasih atas semangatnya. Dengan membaca artikel ini saya jadi lebih semngat menjalani hidup meskipun menyandang skoliosis.

  7. aku juga pnderita skoliosis slalu down,,, tp hidup ini trs berjalan so selalu semangat ya kawan,,,,,,,kita bisa!!!!

    • Okay I’m codcnnvei. Let’s put it to action.

    • Hi Mimsie,I came across your blog through Erin's. Just wanted to say that your observations on Korean life are so interesting and I find your entries so thoughtful and engaging! I taught at SEV for winter camp. My friends Hannah and Sandy are returning for summer camp this year. Hope you're enjoying your stay in Korea and at SEV! Tell Erin and Melissa I say hello! :)Joyce.

  8. saya juga penderita skoliosis walaupun kdg cape,pegel2 dan sakit pungung karena artikel ini saya jd lebih bisa menerima keadaan aja. semangatttttttttttttt..

  9. Terimakasih at as informasinya, sepertinya saya juga terkena skoliosis.. tapi krn motivasi ini saya lbh dpt bersyukur, jika sakit ini dapat menghapus dosa dosa saya, saya Alan sangat bersyukur.. 😃

  10. Wah aku juga skoliosis dari umur 13 tahun. Sampai sekarang. Mau dioperasi tapi tahun 2017. Alhamdulillah gk pernah ada rasa stress juga takut. Ngerasa diri sendiri normal ajh.

  11. Assalamu’alaikum..
    Trimakasih atas sharingnya.. sangat memotivasi. Sy irt, penderita skoli, alhamdulillah dikaruniai 2 putri (4 & 2thn). Meskipun sering merasakan rasa sakit ketika mengurus anak2, sy jadikan itu sebagai nikmat.. nikmat Allah swt yg besar.
    Izin share bolehkah..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s