Have You Booked Your Place in Jannah

Do you ever think about Jannah and wish that you could see your house will be there? Do you wish to live in Jannnatul-Firdaus, close to the Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, the Sahabah radiallahu anhum, the Tabi’een, and the Saliheen? If your answer is yes, then rejoice, because the Prophet sallallahu alayhi wa sallam has already informed us about our place in Jannah. All it takes to reserve your place in Jannah is to follow a simple guidelines.

have you booked a place in jannah?
have you booked a place in jannah?

Halah.. Keriting.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh seseorang supaya punya tempat di surga. Ga ada yang gratis atau cuma-cuma termasuk surga. Di dunia aja, kita banting tulang, pontang-panting buat dapetin sesuatu. Tetapi ketahuilah, bahwa dunia itu ga lebih berat dibandingkan sayap seekor lalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Seandainya dunia sebanding dengan satu sayap sayap lalat di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberikan seteguk air pun bagi seorang kafir.” | HR. At-Tirmidzi

Bayangkan berapa sih beratnya seekor sayap. Terus kita jumpalitan ngejar dunia dan melupakan akhirat? Kalo emang dalihnya “seimbang antara dunia dan akhirat”, coba sekarang liat ke diri sendiri. Mana yang lebih dominan dikejar, dunia atau akhirat? Udah seimbang belom? Dipanggil atasan untuk menghadap, kerjaan bisa ditinggalin. Lah~ klo adzan,  apa iya nonton sinetron di-udah-in dulu? Itu aja deh dipikirin *nunduk*

Anyway, Pahala adalah reward terbesar setiap beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Ga ada yang ga mau disiapkan tempat di surga, kan? Tanpa melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim, membangun mesjid juga menjadi sarana supaya punya rumah di Surga.

“Barang siapa yang membangunkan sebuah masjid karena Allah, walaupun sekecil tempat bertelurnya burung Dara pasir, atau yang lebih kecil, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”. | HR Ibnu Majah

Jangan takut bila duitnya emang ga cukup dan pas-pasan. Karena ada cara lain buat memesan tempat di Surga berbekal ketaatan dan keikhlasan dengan mengharap ridho Allah semata. Salah satunya adalah dengan mendirikan solat sunnah rawatib.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh”. | HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794

Jadi, di waktu DZUHUR ada 4 rakaat SEBELUM dan 2 rakaat SESUDAH. Di waktu MAGHRIB, solat 2 rakaat SETELAHnya. Dan 2 rakaat SESUDAH solat ISYA.

Masih kerasa susah juga? *geleng-geleng kepala*.. Mau rumah bagus di Surga tapi ga mau usaha #ntms. Kalo membaca surat Al-Ikhlas 10 kali, masih susah?

Barang siapa yang membaca surat (Qul Huwallahu Ahad) sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”. | HR Ahmad

Subhanallah, sebuah amalan yang sangat ringan dengan ganjaran yang begitu indahnya, akan tetapi hal ini tetap membutuhkan keikhlasan. Ini yang kadang-kadang susah. Hati manusia terlalu ababil macem ABG baru ketemu dunia, temasuk saya. Susah-susah-gampang.

(mohon izin, sisanya copas aja ya.. hehehe)

4. Bersabar dan memuji Allah tatkala mendapat musibah meninggalnya buah hati (anak)

Perkara yang satu ini membutuhkan perjuangan yang sangat berat, namun akan mudah bagi orang-orang yang beriman dengan takdir Ilahi, semua yang terjadi sudah menjadi kehendak sang Pencipta Yang Maha kuasa, semua pasti mengandung hikmah yang agung. Sedih boleh, tapi jangan larut dalam samudra kesedihan, masih banyak tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan, yang mati sudah lebih dahulu terlepaskan dari beban dunia. Sementara yang hidup masih banyak tanggungan yang harus segera dikerjakan, Rasulullah shallallahu’alaIhi wa sallam bersabda yang artinya:

“Jika anak dari seorang hamba Allah meninggal dunia, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-KU?”, maka mereka berkata: “Iya, benar”.
Kemudian Allah berkata: “Kalian telah mengambil buah hatinya?”, maka para malaikat berkata: “Iya, benar”.
Allah bertanya lagi : “Apa yang dikatakan oleh hamba-Ku?”
“Dia memuji-Mu dan berkata Inna lillahi wa innaa ilaihi raji’un. (Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali), Jawab para malaikat.
Allah-pun berfirman: “Dirikanlah sebuah rumah untuk hamba-Ku di surga, dan namakan rumah itu; RUMAH PUJIAN”.} HR Tirmidzi

Memuji dan menyanjung Allah ta’ala tatkala mendapat musibah maqamnya berada di atas maqam kesabaran. 

(Intinya: Bersyukur dalam setiap keadaan. Sebab, cobaan tidak hanya datang dalam bentuk musibah, tetapi juga dalam bentuk nikmat. Untuk melihat: mana yang bersyukur dan mana yang kufur)

5. Membaca do’a tatkala masuk pasar.

Bila kita pergi ke pasar, maka jangan lupa untuk membaca do’a masuk pasar, karena yang membacanya dengan ikhlash dan mengharap ridha Allah Taala, akan dibangunkan baginya rumah di surga, Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Barang siapa yang masuk ke pasar dan berkata :

“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir”

ARTINYA: “Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan, dan Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Maka Allah akan menuliskan baginya seribu dikali seribu kebaikan, dihapuskan darinya seribu kali seribu dosa, dan diangkat untuknya seribu kali seribu derajat (yakni satu juta), dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga”. | HR Ahmad dan Tirmidzi

Mungkin kita berfikir amalan ini mudah dan ganjarannya begitu dahsyat, tapi ingat betapa seringnya sebagian dari kita tidak membacanya???

Karena setan-setan penjaga pasar tidak akan pernah lupa untuk membuat kita lupa melakukannya.
Dan sebagai catatan, hadits di atas bukanlah anjuran agar banyak-banyak ke pasar, karena pasar tetap sebagai tempat yang paling dibenci oleh Allah, namun kalau kita harus ke pasar, jangan lupa membaca doa di atas.!!! 

6. Tinggalkan kebiasaan berdusta, walaupun hanya bergurau.

Berbohong untuk menyegarkan suasana bersama, sering kali menjadi opsi sebagian orang, padahal yang namanya berbohong tetaplah tidak boleh. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Aku menjamin sebuah rumah di tengah-tengah surga, bagi yang meninggalkan dusta, walaupun hanya bergurau.| HR Abu Dawud dan Tirmidzi

Sudah saatnya kita berhati-hati dalam berbicara, walaupun dalam kondisi bersenda gurau. 

7. Meninggalkan perdebatan walaupun merasa pendapatnya adalah yang benar.

 Manusia memiliki instink untuk mempertahankan pendapatnya dan menunjukkan eksistensi dirinya, apalagi dalam kondisi-kondisi spesial, dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, bagi yang meninggalkan berbantah-bantahan walaupun pendapatnya yang benar.

Khususnya dalam urusan-urusan dunia, demi menjaga perasaan saudara sesama muslim, apalagi kalau itu di antara suami istri yang kerap kali berbantah-bantahan dalam urusan sepele, sehingga terjadi keributan yang berkepanjangan di antara mereka. Maka meninggalkannya walaupun pendapat kita yang benar adalah suatu kemuliaan. Mungkin kita pernah mendengar orang menyebutkan (yang waras ngalah), ini adalah benar adanya.

Sebuah rumah di surga telah dijaminkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi mereka. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Albani dalam Shohih Targhim 3/6)

Disebutkan Bahwa Nabi Dawud berpesan kepada putranya,”Wahai anakku! Jauhilah perdebatan. Sesungguhnya ia itu manfaatnya sedikit, dan ia menyulut permusuhan di antara sesama saudara”. (Faidhul Qadir, al Munawi 5/5). 

8. Menutup celah di antara Shaf Shalat.

Bila kita mendapat celah di antara Shaf shalat, seperti yang banyak kita dapati di negeri kita, seakan-akan setiap orang memiliki kekuasaan masing-masing, sehingga saling berjauhan shaffnya, maka tutuplah celah itu, sambunglah shaf itu, Allah akan membangunkan rumah di surga bagi yang melakukannya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang menutup celah di Shaff niscaya Allah akan mengangkat baginya satu derajat dan membangunkan untuknya rumah di surga”. (HR.Thabrani, dishahikan Albani, Shohihah no: 1892). 

9. Berhijrah.

Berhijrah yakni berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam, dari tempat yang tidak bisa ditegakkan syiar-syiar Islam ke tempat yang dapat ditegakknya syiar-syiar Islam, dan Hijrah adalah suatu kewajiban yang berlanjut sampai hari Kiamat. Di balik kewajiban ini ada suatu keutamaan yang Allah janjikan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Aku menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, bagi yang beriman kepadaku dan masuk Islam serta berhijrah”. (HR Nasai, Shohih Jami’ no: 1465) 

10. Berjihad di jalan Allah ta’ala.
Para mujahidin di jalan Allah mendapatkan tiga buah rumah: di pinggiran surga, di tengah surga dan di tempat tertinggi di surga, sebagaimana hal itu disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadist Fudhalah bin Ubaid ((HR Nasai, Shohih Jami’ no: 1465).

Tiga rumah spesial ini dikhususkan bagi mereka yang benar-benar berjuang untuk menegakkan kalimat Allah ta’ala di muka bumi. 

11. Husnul Khuluq
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku menjaminkan sebuah rumah di tempat yang tertinggi di surga, bagi yang akhlaknya mulia”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami’ no: 1463).

Inilah beberapa opsi bagi yang ingin memiliki rumah di surga kelak, rumah yang tiada duka, tiada susah, tiada gundah, namun waktu membangunnya adalah tatkala kita berada di rumah yang penuh dengan duka dan gundah, di dunia ini.

Yuk! Nabung yuk! Buat bikin rumah di Surga. Usaha masuk Surga-nya juga. Gimana mau dibangunin rumah, dapetin tiket surga aja males-malesan *sigh*. LURUSKAN NIAAAAT

Sumber tulisan Ustadz Syafiq Basalamah, MA dari sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s