Di Balik Nama Gumaisha

Gumaisha. Terdengar asing, terutama di telinga saya. Siapakah ummul mukminin yang satu ini?

Banyak sekali sunnah yang diterapkan oleh para muslim di dunia ini. Tetapi ada satu nama yang sering terlupakan yaitu kun-yah. Apa itu? Singkatnya, kun-yah itu nama panggilan atau sapaan yang merupakan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Kun-yah juga bisa disebut gelar. Ini gelar loh, sunnah pula. Kita dipanggil profesor aja seneng. Mestinya sih dipanggil dengan nama Kun-yah juga seneng karena ini juga gelar PLUS sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Boleh pake nama kun-yah dengan menisbatkan pada nama anak. Misalnya punya anak namanya Zainab, maka nama kun-yah jadi Ummu Zainab atau Abi Zainab. Hmm, klo di masayarakat kampung sih jadi Mamah Zainab. “itu tuh.. mama zainab.. yang tinggalnya dideket kebon mangga”.

Nah! Gimana bagi yang belum punya anak. (gimana mau punya anak, menikah aja belom)

Kunyah adalah nama yang dimulai dengan ABU atau UMMU. Ada juga ulama yang mengatakan termasuk juga nama yang diawali dengan saudara/paman…, kunyah terkadang untuk memuji sebagaimana sahabat Nabi yang dulunya berkunyah Abu Hakam, terkadang untuk mencela semacam Abu Jahal, terkadang disebabkan karena membawa sesuatu semisal Abu Hurairah dan terkadang hanya sekedar nama semisal Abu Bakar dan Abul Abbas Ibnu Taimiyyah, padahal Ibnu Taimiyyah tidak mempunyai anak. (Lihat Al-Qoul Al-Mufid ‘Ala Kitab At-Tauhid 2/169, Maktabah Al-’Ilmi). Dalam Syarah Muslim 14/129, Imam Nawawi mengatakan, “Pelajaran yang bisa dipetik dari Hadits tersebut sangat banyak sekali. Diantaranya menunjukkan bahwa kunyah untuk orang yang tidak punya anak itu diperbolehkan, juga menunjukkan bolehnya kunyah untuk anak kecil dan hal tersebut tidak termasuk kebohongan.” (Dari Ahkam Ath-Thifli hal. 165).

Tetapi eh tetapi… ada kun-yah yang ga diperbolehkan. Ayoo jangan males, ada adab yang harus diperhatikan berkenaan dengan nama kunyah. Jangan males baca ah.. klik di sini

Segitu aja ya tentang nama kun-yah. Sekarang balik lagi ke “ada apa dengan Gumaisha”?

Gumaisha adalah teladan wanita yang mulia dan mendapatkan kabar gembira bahwa masuk Surga. Sedangkan dia berjalan di permukaan bumi. Dari wanita inilah kita belajar kemuliaan, kesabaran dan memberi sumbangsih di jalan agama ini. Ia adalah al-Ghumaisha’ binti Milhan Ummu Sulaim Rodiyallahu ‘anhuma, yang Rosulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda tentangnya :

“Artinya : Aku memasuki Surga lalu aku mendengar suara, maka aku bertanya, “Siapakah ini?” Mereka berkata, “Ini adalah al-Ghumaisha’ binti Milhan, Ummu Anas bin Malik.” (HR. Muslim No. 2456 kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad No. 13102)

Berdasarkan riwayat An-Nasa-i dari hadist Anas Radiyallahu’anh, seroang laki-laki bernama Abu Thalhah datang melamar. Sayangnya waktu itu Abu Thlalhah masih kafir. Tetapi Gumaisha bilang, klo Abu Thalhah masuk islam, maka itu jadi maharnya. An-Nasa-i meriwayatkan dari hadits Anas Rodiyallahu ‘anh, ia mengatakan, ” Abu Thalhah datang melamar, lalu Ummu Sulaim berkata, ” Demi Allah, orang semisalmu, wahai Abu Thalhah, tidak akan ditolak. Tetapi engkau adalah pria kafir, sedangkan aku wanita muslimah, dan tidak halal bagiuku menikahimu. Jika engkau masuk Islam, maka itulah maharku dan aku tidak meminta kepadamu selainnya. Kemudian dia masuk Islam, lalu hal itu menjadi maharnya. Tsabit berkata, “Aku tidak mendengar seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya dibanding Ummu Sulaim, (maharnya) yaitu Islam”. (HR. An-Nasa-i No. 3341 kitab an-Nikaah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahiih an-Nasa-i),

Aduh, betapa ga matrenya Gumaisha. Agama bagi Gumaisha lebih berharga dibandingin mahar. Selain itu, Gumaisha juga memuat saya takjub dengan kesabarannya.

Anas bin Malik Rodiyallahu ‘anh meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit. Ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal. Ketika Abu Thalhah kembali, dia bertanya, “Bagaimana anakku?’ Ummu Sulaim menjawab, “Ia dalam kondisi sangat tenang,” seraya menghidangkan makan malam kepadanya, dan dia pun makan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ummu Sulaim berkata, “Jangan beritahukan kepada Abu Thalhah tentang kmatian anakny.” Kemudian ia melakukan tugasnya sebagai istri kepada suaminya, lalu suaminya berhubungan intim dengannya.

Dalam kondisi yang sedih karena anaknya wafat, Shahabiyah ini masih menjalankan kewajibannya sebagai istri dalam hal melayani suami. MasyaAllah. Tetapi ketika akhir malam, ia berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaiman pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka?” Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” Abu Thalhah beristirja’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaihi raaji’uun) dan memuji Allah seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.”

Pada pagi harinya, dia datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.’

Keberkahan itu, sejak malam itu, mencakup ‘Abdullah bin Abi Thalhah’, dan tidak ada pada kaum Anshar seorang pemuda yang lebih baik darinya. Dari ‘Abdullah tersebut lahirla banyak anak, dan Abdullah tidak meninggal sehingga dia dikaruniai sepuluh anak yang semuanya hafal Al-Qur’an, dan dia wafat di jalan Allah. |HR. Bukhari no. 5470 kitab al-’Aqiiqah, Muslim no. 2144 kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad no. 11617

Untuk itulah, nama Gumaisha sangat menyentuh hati saya secara pribadi. Bagaiamana ia punya kecerdasan, sikap yang santun, lembah lembut, berbakti pada suami, ketaatan pada agama.

Sumber:

1. http://desiemeilana.wordpress.com/kisah-shahabiyah/al-gumaisha-binti-milhan-ummu-sulaim-1/

2. http://www.konsultasisyariah.com/hukum-nama-kunyah/

3. http://abuzuhriy.com/kun-yah-sunnah-yang-terlupakan/

4. http://almanhaj.or.id/content/2489/slash/0/k-u-n-y-a-h/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s