But, alone is better

Mestinya, gejolak rasa ini aku ceritakan pada ibuku. Ya! Ibu yang tentu saja menyayangi aku dengan tulus. Tetapi tidak. Aku tetap memilih untuk memendamnya sendiri. Pernah suatu hari aku hanya memeluk ibuku yang sedang tertidur dan bertanya, “Mom, apakah aku salah?”. Aku tahu ibu pasti mendengar. Ritme nafasnya berubah. Tetapi jawaban yang kudapat hanya diam. <

Bila melihat jauh ke belakang, aku memang lebih suka diam dan menyimpan sendiri. Aku tidak suka bercerita tentang isi hatiku, hubungan percintaanku, keinginanku, terlebih dengan hal yang membuat suasana rumah menjadi tegang. Aku lebih memilih untuk mencari aman. Menuruti kata orang tua, mengikuti semua kemauannya.

Sekarang, ketika aku punya pilihan. Aku tetap merasa susah. Gak usah deh jauh-jauh izin menikah, pergi ke kajian aja susah. Mesti sembunyi-sembunyi. Rasanya diomongin di belakang itu gak enak! Rasanya gak punya pilihan itu gak menyenangkan.

Aku. Aku kesepian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s