Mitos Kereta Api Bekasi

Kereta api merupakan moda transportasi yang banyak penggunanya, terlebih kereta api dari-dan-menuju-Bekasi. Gue yakin ada berbagai profesi yang memanfaatkannya, mulai dari rakyat kecil sampai direktur perusahaan. Selain karena cepat, ongkos kereta api juga murah. Ada bayak mitos yang gue temukan selama gue naik kereta. Mitos ini cuma berlaku pagi hari dari Bekasi menuju Jakarta, dan jam pulang kantor dari Jakarta menuju Bekasi.

Gerbong Penuh? Belooomm!!

Kira-kira udah sebulan gue jadi penumpang setia kereta api Bekasi. Kesan pertama saat jajal pulang naik kereta api bekasi adalah SHOCK!! Penumpangnya tuh kaya….. wow! widih! wiiiihh! gitu deh. Mereka punya keterampilan untuk masuk ke gerbong sekalipun udah penuh. Cuangggiihh. Gue yang selalu memilih naik di gerbong wanita, pernah ada diantara gerombolan wanita-pejuang-kereta. Sebagai newbie, gue memutuskan untuk ngalah melihat gerbong kereta.

Masuk ke dalam gerbong penuh adalah kemustahilan. Tapi wanita-pejuang-kereta yang ada beberapa baris di depan gue tetap memasaksan diri untuk masuk. Zleebhh! Amazing! Dia berhasil Gue pun terdorong oleh wanita-pejuang-kereta yang ada di belakang. Walau gak niat naik, tapi dorongan-dorongan (dan bisikan-bisikan mistis) dari belakang itu memaksa gue untuk naik. Singkatnya, tanpa sengaja, gue masuk ke gerbong penuh sesak akibat dorongan wanita-pejuang-kereta yang ada di belakang gue.

Gak perlu pegangan selama kereta api jalan karena gue dijaga ketat oleh wanita-pejuang-kereta dari berbagai penjuru. Rasanya tuh kaya ikan yang dipadatkan di dalam tempat makan. Gak mungkin gerak ke kiri dan kenanan walau diguncang. Sedaaap~! Persatuan Indonesia yang dicita-citakan kaya gini kali ya. Barisan pemuda yang tak mudah dipecah!

Selain ke Bekasi, kereta api menuju Sudirman juga gak kalah heboh kalau pagi-pagi. Cuma gue belum punya kesempatan untuk merasakan jadi pepes paus kereta Tanah Abang.

Dahulukan Penumpang Keluar Kalau Mau

Tulisan “dahuluan penumpang turun” sesungguhnya cuma tulisan aja. Begitu pintu gerbong di buka, aksi dorong pun terjadi. Yang keluar susah, yang masuk apa lagi. Pernah gue lihat, ibu-ibu mau turun di stasiun Manggarai. Sementara orang yang mau naik kereta dari stasiun Manggarai gak mau nunggu itu ibu turun dulu. Rasanya tuh miriiiippp banget ama moshing. Kayaknya mending lompat ke penumpang aja. Kali aja beruntung diperlakukan kaya penyanyi konser yang lompat ke penonton terus penontonnya nangkep dia terus dioper ke belakang, terus mendarat sempurna di tanah yang rata. Kaliiiii ajaaa bisa gitu.

Kursi Prioritas Bagi Yang Beruntung Dapet

Ini dia kursi misteri. Ada tulisan yang kira-kira kalau ditafsirkan jadi kaya gini

Kursi ini buat orang tua, wanita hamil, dan tuna daksa.

Gue gak perlu banyak komentar di bagian ini. Pengen tau gimana elo-yang-gak-sengaja-terjebak-masuk-ke-blog-gue melihat kursi prioritas ketika kereta api penuh padet sesek.

Sekian dulu cerita kereta api hari ini. Kali aja kalo ketemu di stasiun bisa mimik2 bareng.

VIVA la VIDA KERETA API BEKASIIII

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s