Sickness, A Mercy from Allah

Hari ini, gue mencoba naik kereta dari Stasiun Bekasi. Well, seperti biasa laaaaahhh…Padeeett.. Udah jadi pepes ikan hiu.

Dalam posisi yang vertikal a.k.a berdiri, kaki gue cukup jejek. Paling tas mbak-mbak di belakang yang nyenggol dan bikin geli. Mendekati Stasiun Jatinegara, punggung udah mulai gak kuat. Alhamdulillaah nyampe Stasiun Manggarai, gue masih mampu berdiri tegak. Namanya rejeki, kereta api menuju Stasiun Tanjung Barat pun gak penuh. Gue pun bisa duduk. Tapi…..

Hhhhhggggghhh!! Ternyataaaa.. Ada fase yang harus dilewati seorang skolioser apabila ia berdiri lama menuju duduk. Orang normal pada umumnya mungkin akan merasakan legaaa begitu dapet duduk setelah berdiri lama di kereta. Nah gue ngerasain tulang punggung tuh sakit dalam beberapa menit. Hingga akhirnya, baru terasa lega. Alhamdulillaah.

Sometimes, i envy with people who can stand up and then sit down without feeling like scolioser’s feeling. Moreover, normal people can stand up without feeling pain in the back like us. But, there is one thing that make me strong enough. My sickness will purify me of my sins, insyaAllah.

Jika ada skoloser yang ‘nyasar’ ke blog ini, i just wanna tell you. We bend but not broken. That’s why we don’t get priority seats.

Have a nice day, universe! Barakallaah fiik

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s