Menjadi Wanita Pilihan

Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك

“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466).

——–

**Bagaimanakah wanita yang baik agamanya?
Akhlaknya baik karena akhlak adalah cerminan keimanan walaupun ilmu agamanya tidak banyak. Sebagaimana hadits:
أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا
“Mukmin yang paling sempurna Imannya adalah yang paling baik akhlaknya”
(HR At-Thirmidzi no 1162, As-Shahihah no 284)

Ada banyak wanita di akhir zaman ini yang ilmu agama tinggi tapi akhlaknya belum tentu bagus. Namun, kita harus husnudzan bahwa ilmu agama dengan niat yang ikhlas akan membawa kepada akhlak yang baik. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang akhlaknya dan muamalah dengan sesama makhluk. Dalam kehidupan rumah tangga nanti, kemuliaan akhlak sangat penting.

** Bagaimama mencari info tentang akhlaknya?

1. Tanya kepada keluarga dan teman dekatnya yang sudah lama bergaul
Tabayyun kepada keluarga dan temen deketnya. Jangan ambil jalan dengan ujicoba aka kenalan langsung karena bisasnya yang ditampilkan baik-baiknya aja.

2. Tanyakan kepada teman-teman di daerah asalnya.
Cari tahu siapa teman-teman yang biasa bergaul dan diskusi dengannya. Karena, seseorang itu bisa jadi berubah sikapnya di lingkungan baru. Di daerah orang gak berani macam-macam dan neko-neko, tetapi di daerah sendiri bisa jadi.. Ini hati-hati dan cek-ricek, bukan su’udzon.

3. Tanyakan kepada teman yang mungkin satu rumah/kontrakan/kos dengannya.
Di dalam rumah, biasanya seseorang akan terlihat aselinya karena “rumah adalah aurat”. Sedangkan dalam urusan jodoh. Nabi shallallaahu alaihi wa sallam memerintahkan harus memberikan informasi yang seimbang dan terbuka kelebihan dan kekurangannya.

4. Jika dia seorang aktifis atau ikut di organisasi tertentu, tanyakan beberapa teman kantor dan bosnya.
Di dalam organisasi, ada banyak masalah rumit yang butuh “otak dingin” untuk menyelesaikan dan menghadapi masalah. Itu bisa menjadi cerminan awal mengarungi bahtera rumah tangga.

Sebaiknya jangan juga terpaku kaku dengan testimoni ustadz tentang ilmu agamanya, apalagi ustadz tersebut jarang bergaul dan hanya ketemu di majelis ilmu. Di majelis ilmu insyaAllah akhlaknya terlihat baik semua.Tetapi ingat, jangan sampai su’udzan dengan mereka yang berilmu agama. Dalam masalah jodoh (apalagi bagi wanita) perlu cek dan ricek.

Tulisan ini dibuat karena memang ada (sedikit) kejadiannya yang ternyata ilmu agama tidak sesuai dengan amalnya. Akhlaknya tidak “segarang” dan “setenar” di medsos.

Bagi comblang (pahala mencomblang yang sesuai syariat besar lho) yang jadi perantara, sebaiknya jangan menjadi comblang hanya karena tahu ilmu agamanya saja karena bisa saja mak comblang kurang tahu tentang akhlaknya atau bahkan tidak kenal. Jika iya ingin menawarkan, maka bantulah dengan mencarikan info tentang akhlak dan agamanya.

Sumber: muslimafiyah.com

Did-ACT, 24/02/2016

download (1)

Be the one in the million

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s