Rezeki Sudah Diatur

Jalan ke IBF bareng adik dan sepupu itu seru. Satu hal yang bernilai adalah nasihat-nasihat dari sepupu gue. Ya! Sepupu gue gak pernah capek nasihat, ngingetin gue terus. Well, gue pernah nyari tau apakah kita pernah sepersusuan. Ternyata engga. Ya sudah. Sama-sama menjaga, tapi selalu menasehati. Sepupu gue ini nasihatin soal jilbab ke gue itu bertahun-tahun. Gak pernah capek. Alhamdulillaah, nasihat dia berbuah manis buat gue. Semoga Allaah alirkan terus pahalanya buat sepupu. Aamiin.

Dan soal perjalanan ke IBF, ada banyaaaak nasihat yang dilontarkan ke gue. Misalnya tentang keutamaan istri berada di rumah, pintu rejeki, apa yang dimaksud dengan amal jariah, sampai imam hidup buat gue. Cieee gitu. Klo dibahas dalam 1 post, pasti akan panjang. Jadi insyaAllaah dipecah yaa. Kali ini tentang rejeki.

Gue diingetin untuk bersyukur. Sepupu gue bersyukur rejekinya ada di balik laptop, ada di depan papan tulis. Banyak orang yang rejekinya Allaah sebar di balik gunung, di dalam tanah, sampai di dasar laut sehingga usaha dia mendapatkan rizkinya harus extra keras.

Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hambaNya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.” [Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali]

Intinya, Allah memberi rezeki kepada seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini. Sangat jelas sekali beberapa firman Allah di atas. Tidak ada satu pun di antara hamba-hamba-Nya yang beriman yang meragukan firman Allah Ta’ala di atas. Hanya saja, Allah Ta’ala melapangkan rezeki bagi sebagian hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya bagi sebagian yang lainnya, untuk suatu hikmah yang Allah ketahuinya.

Hal itu merupakan kebijaksanaan Allah tentang apa yang bermanfaat dan yang layak bagi hamba-hambaNya. Allah Ta’ala berfirman, “Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Al-‘Ankabuut: 62]

Mungkin, kita bukan tipe yang bisa tetep tawadhu ketika banyak rejeki. Jadi Allaah kasih rejeki secukupnya supaya gak lupa bersyukur. Mungkin, kita tipe yang kokoh imannya sehingga Allaah limpahkan rejeki untuk dihabiskan dijalanNya.

Sesungguhnya barangsiapa yang bersabar dengan sedikitnya rezeki di dunia dan bersabar atas keterluputan mendapatkan rezeki yang banyak di dunia, maka Allah akan menggantinya dengan kenikmatan yang sangat besar di Surga dan ia akan melupakan musibah yang dirasakannya sewaktu di dunia. Bahkan satu kali celupan saja di Surga, akan menyebabkan sirnanya seluruh lelah-letih dan derita sewaktu di dunia, meski ia adalah orang yang paling menderita sewaktu di dunia. Sebagaimana sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطَُّلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

“Kemudian didatangkan orang yang paling sengsara hidupnya di dunia dari penduduk  Surga, lalu ia dicelupkan satu kali celupan ke dalam Surga. Kemudian ditanya, ‘Wahai keturunan Adam, apakah engkau pernah melihat penderitaan sebelumnya sedikit saja? Apakah angkau pernah merasakan kesengsaraan sedikit saja?’ Orang itu berkata, ‘Tidak demi Allah, wahai Tuhanku, aku tidak pernah melihat penderitaan dan tidak merasakan kesengsaraan sama sekali sebelumnya’”. (HR. Muslim).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s