Kondisi Terkini 70.000 Pengungsi Suriah di Yunani

Kondisi Terkini 70.000 Pengungsi Suriah di Yunani

ACTNews, JAKARTA – Meski kesepakatan gencatan senjata baru saja terwujud diantara semua pihak yang bertikai di Suriah, namun tetap saja arus pengungsi Suriah mengalir tanpa henti bergerak menuju Eropa. Konflik Suriah sudah masuk di tahun ke-6, kehancuran akibat pertikaian itu menyerang semua sendi kehidupan masyarakat. Ekonomi, pendidikan, hak hidup yang layak hancur tak berbekas.

Wajar jika hingga hari ini, ratusan ribu pengungsi Suriah yang bertahan di tenda-tenda pengungsian tetap bergerak meninggalkan negaranya. Berharap kehidupan yang lebih layak di Eropa. Lantas, saat pengungsi korban perang Suriah itu masih bergerak menujur Eropa, melintasi Turki dan Yunani, bagaimana kondisi terkini pengungsi Suriah di Yunani, negeri yang menjadi satu-satunya pintu bagi para pengungsi Suriah masuk ke Eropa? Bahkan menjadi gerbang pula bagi masuknya ratusan ribu imigran dari Irak, Afghanistan, dan negara-negara Afrika.

Mengutip theguardian, hingga tulisan ini dibuat, jumlah pengungsi Suriah di Yunani mencapai lebih dari 70.000 jiwa. Angka tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah walau Yunani sudah memperketat pintu perbatasannya. Sebab banyak pintu masuk yang disediakan oleh penyelundup gelap yang dibayar mahal mampu mengantar pengungsi menuju Eropa.

Atas dasar itulah, kini nasib 70.000 pengungsi Suriah di Yunani itu diperkirakan akan terdampar di Yunani sampai dengan waktu yang lama. Sebab, negara-negara Uni Eropa dekat perbatasan Yunani mengakui sudah kepayahan untuk menampung besarnya jumlah imigran. Beberapa negera diantaranya bahkan sudah menutup pintu-pintu perbatasannya.  Tak ada cara lain bagi Yunani untuk tetap menampung dan menyiapkan pertolongan bagi pengungsi Suriah.

Menteri Migrasi Yunasi, Yannis Mouzalas, mengutip theguardian mengatakan bahwa kini tentara bersenjata Yunani sedang membangun sebuah fasilitas sementara yang akan digunakan untuk perkemahan dan pusat bantuan bagi pengungsi Suriah. Fasilitas itu nantinya akan digunakan untuk memusatkan puluhan ribu pengungsi asal Suriah dan imigran dari negara lain di Asia dan Afrika.

Pemusatan pengungsi ini dilakukan untuk memudahkan distribusi kebutuhan pangan mereka, seperti yang dikatakan oleh Mouzalas. Untuk diketahui, Yunani sebagai gerbang utama pengungsi Suriah tiap harinya mengakui sudah menampung lebih dari 22.000 pengungsi Suriah.

Komisaris Migrasi Uni Eropa, Dimitris Avramopoulos yang juga berasal dari Yunani membela negaranya dengan mengatakan bahwa hari ini untuk mengatasi besarnya jumlah pengungsi Suriah, tak ada gunanya lagi bermain dalam permainan saling menyalahkan. Kini Yunani harus melakukan segala kemungkinan untuk mengendalikan situasi ledakan imigran Suriah ini.

Walaupun Yunani kondisi ekonomi sedang terpuruk, bahkan dijerat hutang yang tak mampu dibayar, namun Yunani sedang mempercepat pembangunan empat hotspot, atau empat lokasi bagi pengungsi di Provinsi Macedonia, timur laut semenanjung Yunani. Athena sudah menyiapkan tenda, selimut, kantung tidur, kendaraan transportasi, ambulans dan kebutuhan logistik lainnya untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Suriah di sana.

Penulis: Shulhan Samsur Rijal
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s