Menengok Kondisi Pengungsi Suriah di Pulau Lesbos Yunani

Menengok Kondisi Pengungsi Suriah di Pulau Lesbos Yunani

ACTNews, YUNANI – Sampai dengan hari ini, negeri Suriah masih dalam fase perundingan damai. Selama proses panjang gencatan senjata dan perundingan damai ini, jutaan pengungsi Suriah pun hanya bisa menunggu bagaimana nasib mereka ke depan.Tak bisa dipungkiri, perang Suriah telah menghancurkan semua sendi kehidupan mereka tanpa terkecuali.

Kini, nasib mereka hanya menyisakan dua opsi: menunggu kabar baik dari Suriah dengan terus berdiam diri berstatus pengungsi di kamp pengungsian di dekat perbatasan Turki, atau memilih pilihan kedua dengan nekat melintas batas menuju Eropa, menjadi imigran legal yang terdaftar atau malah menjadi imigran gelap lewat penyelundup bayaran.

Bagi mereka yang lebih nekat bergerak menuju Eropa, berharap mendapat kehidupan yang lebih baik, puluhan sampai ratusan ribu pengungsi Suriah ini mau tak mau harus melewati pintu gerbang Eropa di Pulau Lesbos, Yunani. Pulau kecil, paling selatan dari Yunani, berbatasan langsung dengan Laut Aegean dan Turki. Apalagi bagi  ribuan pengungsi Suriah yang memilih  memasuki Eropa lewat jalur ilegal. Kebanyakan jaringan penuyelundup manusia akan memberi mereka jalan hanya sampai Pulau Lesbon, Yunani. Lantas, bagaimana sesungguhnya kondisi penampungan pengungsi Suriah di Pulau Lesbos, Yunani?

Mengutip cerita dari Kantor Berita Antara, kini pengungsi Suriah yang terpaksa  menghentikan sementara perjalanan mereka ke Eropa di Pulau Lesbos kondisinya tak lebih baik dibandingkan di kamp pengungsian Turki.

Walaupun, pihak berwenang dari pemerintah Yunani di Pulau Lesbos sudah membangun beberapa bangunan yang digunakan untuk pendatang di Pulau Lesbos. Namun sayangnya, bangunan semi permanen yang digunakan untuk menampung pengungsi Suriah di Pulau Lesbos, Yunani hanya dirancang untuk memberikan penampungan sementara bagi sekitar 3.500 jiwa pengungsi. Kebanyakan imigran dapat prioritas adalah pengungsi anak-anak dan wanita Suriah.

Padahal menurut statistik terbaru yang dirilis oleh Uni Eropa, jumlah pengungsi yang masuk ke Eropa sejak Januari sampai Maret 2016 ini berjumlah sedikitnya 144.000 ribu orang. Selain pengungsi dari Suriah, ratusan ribu pendatang di Eropa itu juga berasal dari Irak dan Afghanistan. Mirisnya lagi, sekitar 60% dari ratusan ribu pengungsi yang datang ke Yunani itu adalah golongan wanita dan anak-anak Suriah.

Untuk diketahui, Pulau Lesbos Yunani selama ini memang menjadi satu-satunya pintu bagi ratusan ribu pengungsi asal Suriah, Afghanistan, dan Irak sebelum masuk ke Eropa. Setiap harinya, pulau ini rata-rata kedatangan sekitar 1.150 jiwa pengungsi. Kebanyakan pengungsi yang masuk ke Pulau Lesbos datang dari Turki dengan menggunakan perahu karet. Entah siapa yang menggorganisir ribuan pengungsi ini untuk nekat melintasi Laut Aegean yang memisahkan Turki dan Yunani.

Namun kini, walau ribuan pengungsi asal Suriah sudah masuk ke Pulau Lesbos, nasib mereka masih terkatung. Sebab sampai tulisan ini diturunkan, banyak wilayah perbatasan di sepanjang rute utama dari Yunani menuju kawasan Balkan seperti Jerman, Perancis, Austria, Belgia, dan Inggris masih ditutup untuk kedatangan pengungsi asal Suriah.

Penutupan wilayah perbatasan ini pun akhirnya memaksa lebih dari 47.000 orang pengungsi Suriah telantar di kamp-kamp pengungsian dan pelabuhan-pelabuhan di Yunani.[]

Penulis: Shulhan Syamsur Rijal

Sumber: http://act.id/id/whats-happening/view/2627/menengok-kondisi-pengungsi-suriah-di-pulau-lesbos-yunani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s