Dari Dida yang Ikut Meramaikan Hari Patah Hati Nasional

Bismillaah

Alhamdulillaah, dalam hitungan hari, in syaa Allaah ada amanah baru buat gue. Didakochan yang biasanya independent, sekarang harus melibatkan mitra sehidup-semati-sejannah alias cuami. Tentunya, dalam fase hidup ini, ada banyak penyesuaian. Well, mudah-mudahan sharing ini berguna bagi para calon pasangan yang hendak menikah. Aamiin

Perempuan Pekerja

Arief masih mengizinkan gue untuk bekerja. Dan gue paham, tujuannya bukan untuk menyejajarkan tapi supaya gak minta duit mulu. Hehe. Maklum, masih banyak jajan. Perawatan aja mahal. Biasanya gue agak lupa waktu kalo udah kerja. Si perfectionist dan makhluk dominan ini harus menurunkan kadar egonya. Gue harus mulai menerapkan ilmu yang udah ada. Bahwa, kewajiban mencari nafkah ada di suami. Sementara kewajiban istri adalah melayani suami. Sampai di sini, maka semestinya jelas apa yang harus menjadi prioritas. 

Misalnya nih, perempuan memprioritaskan kerja dan menomorduakan suami. Terus nuntut suami harus sayang dan all out. Aduh, agak gimana gitu ya. Direbut laaaah hati suami supaya cinta dan sayang sama kita. In syaa Allaah, tatapan mata kamu yang teduh itu mampu membuat isi dompetnya keluar buat sepasang sepatu NIKE keluaran terbaru. *Winkwink*
Anak Gaul

Gue bukan anak alim dari lahir. Well, temen banyak, doyan rumpi, nongkrong hahahihi. Ketika sudah punya suami, gue harus mampu menghabiskan hari bersama suami. Hahahihi dan rumpinya cukup sama suami aja. Banyak pengalaman, hahahihi dan rumpinya pasangan itu mampu menumbuhkan cinta. Sebab, ketika renta, hanya kata yang mampu mendekatkan kau dan saya. Haisyedap!

Memahami Hak dan Kewajiban

Lah ini mah kudunya taro di point 1. Alhamdulillaah klop nih. Arief itu cemburuan, dan gue suka kalo dicemburuin. Agak aneh. Tapi qoddarullaah, hal ini memang diatur dalam agama. Perempuan dilarang hahahihi sama laki-laki yang nonmahrom, pergi sama nonmahrom, ngobrol gak penting sama nonmahrom. Artinyaaaa, temen-temen cowok yang biasanya hobi jitak-jitakan, hangout asik ampe magrib, bales chat pake emoticon, UDAH GAK BOLEH LAGI. “Tapi kan cuma temen”. Ini jadi NTMS juga nih.. Apa gak cukup laki-laki di depan mata yang rela menyerahkan hidupnya buat kamu? Mengucurkan seluruh peluhnya demi membahagiakan kamu? Gak cukup laki-laki yang kau panggil suami sebagai tempat keluh-kesah, berbagi tawa bahagia? Coba baca buku hak dan kewajiban suami-istri. Blog ini mah balakaciput. Cuma sharing gajebo ala ala uwe. 

Yang masih hobi blaming, ayo mulai diturunin volume suaranya. Yang hobi ngayap, hayooo disetop. Yang masih otoriter, hayooo dilatih buat kerjasama. Ingat kodrat kita sebagai wanita.

Menjaga Kehormatan dan Harga Dirinya

“Ah dia mah kaku. Marah-marah mulu”. Beberapa orang masih ada yang suka curhat perilaku suaminya. Mengeluh dan lain sebagainya. Sang istri malah turut membentuk opini publik bahwa suaminya pemarah. Lantas, dimana tugas istri sebagai penjaga kehormatan dan harga diri suami? Kalo bisa malah gini, tutupin semua aib, munculkan semua hal positip. Doain semoga keikhlaskan istri menerima segala kekurangan suami jadi pahala. Beeeeuuhh.. hadiah terindah buat istri. Bonusnya, rumah tangga jadi gak berpotensi digosipin.

Well, segitu dulu sharing yang random ini. Mohon doanya untuk acara Lidya dan Arief tanggal 3 September.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s